Porosmedia.com, Bandung – Suasana menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat periode 2026–2030 kian hangat. Kepemimpinan olahraga Tanah Pasundan dinilai membutuhkan dorongan energi baru yang adaptif, komunikatif, serta memiliki kapasitas kolaborasi lintas sektor yang solid.
Dalam konteks tersebut, nama Epriyanto Kasmuri muncul sebagai figur sentral yang dinilai memenuhi kriteria perubahan tersebut. Ketua DPD Perbasi Jawa Barat itu kini mengantongi dukungan signifikan dari sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor), KONI kabupaten/kota, hingga badan fungsional pasca-Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jabar di Paguyuban Pasundan, Bandung.
Melampaui Ambang Batas Syarat Pencalonan
Berdasarkan ketentuan tata tertib Rakerprov, penetapan syarat minimal pencalonan ketua umum menyaratkan dukungan sedikitnya 23 pemilik suara sah. Epriyanto mengonfirmasi bahwa konsolidasi komunikasi yang terbangun telah melampaui ambang batas regulasi tersebut.
“Amanah dan kepercayaan ini menjadi motivasi besar untuk merajut kebersamaan. Pembinaan prestasi olahraga Jawa Barat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan butuh sinergi menyeluruh,” ujar Epriyanto, saat ditemui di kota Bandung, Selasa, 1 September 2026.
Pengalaman manajerialnya dalam mengakhiri dinamika Musda Perbasi Jabar hingga kembali dipercaya memimpin cabang olahraga bola basket daerah dinilai sejumlah pihak sebagai bukti pematangan kapasitas kepemimpinan dan sportivitas berorganisasi.
Tantangan Kemandirian dan Jejaring Lintas Sektor
Perkembangan dunia olahraga modern menuntut lembaga seperti KONI tak lagi semata-mata bergantung pada sokongan APBD. Kebutuhan akan diversifikasi pendanaan, pengembangan sport science, hingga tata kelola industri olahraga menjadi tantangan utama kepengurusan mendatang.
Beberapa poin kunci yang menjadi perhatian pemangku kepentingan olahraga Jabar meliputi:
Kemampuan Komunikasi & Jaringan: Figur pemimpin dituntut memiliki akses komunikasi yang luas, baik di tingkat daerah maupun pemerintah pusat dan sektor swasta.
Inovasi Tata Kelola: Mendorong modernisasi manajemen organisasi cabor agar lebih akuntabel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi olahraga.
Mekanisme Demokratis: Mengawal Musorprov sebagai ruang pengambilan keputusan tertinggi yang transparan, jujur, serta berorientasi penuh pada peningkatan prestasi atlet.
Menanggapi wacana yang berkembang di publik terkait konstelasi politik pemilihan, Epriyanto menegaskan komitmennya untuk tetap patuh pada koridor mekanisme internal organisasi.
”Musorprov harus menjadi panggung forum yang terbuka dan demokratis. Yang terpenting adalah memastikan seluruh proses berjalan sehat demi keberlanjutan prestasi olahraga Jawa Barat,” pungkasnya.







