Porosmedia.com, Bandung – Dinamika olahraga prestasi di Jawa Barat mulai menghangat memasuki semester kedua tahun 2026. Kurang dari enam bulan menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jawa Barat 2026, bursa kriteria calon Ketua Umum periode mendatang mulai menjadi perbincangan hangat, di tengah fokus insan olahraga yang sedang tertuju pada persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar.
Agenda Porprov kali ini dihadapkan pada tantangan nyata, salah satunya terkait realisasi dana hibah yang krusial bagi operasional teknis, perangkat pertandingan, hingga akomodasi kontingen. Kondisi ini memicu diskusi mendalam di kalangan pengurus cabang olahraga (cabor) mengenai pentingnya kepemimpinan yang tangguh di tubuh KONI Jabar ke depan.
Situasi tersebut dinilai menjadi momentum refleksi yang tepat menjelang Musorprov. Kompleksitas tantangan tata kelola keuangan dan manajerial saat ini menegaskan bahwa KONI Jawa Barat membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya memahami aspek pembinaan atlet, tetapi juga piawai dalam menavigasi komunikasi strategis dengan para pemangku kebijakan (stakeholders).
Komunikasi Strategis dan Posisi Tawar Kuat
Ketua DPD Perbasi Jawa Barat Epriyanto Kasmuri menegaskan bahwa tantangan olahraga modern menuntut nakhoda KONI Jabar yang memiliki kapasitas komunikasi interpersonal dan kelembagaan yang mumpuni, baik dengan pemerintah daerah maupun legislatif. Sinergi yang harmonis dengan pemerintah menjadi kunci utama guna menjamin keberlangsungan program kerja.
“Ketua KONI Jawa Barat berikutnya harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik terhadap para pemangku kebijakan serta mempunyai posisi tawar yang kuat di lingkungan organisasi maupun pemerintahan,” ujar Epriyanto Kasmuri saat memberikan pandangan terkait arah organisasi ke depan, kepada redaksi Porosmedia, 4 Juni 2026.
Menurutnya, kompetensi tersebut sangat vital agar implementasi program pembinaan dapat berjalan selaras dengan regulasi dan kebijakan pemerintah daerah. “Hal tersebut penting agar seluruh program olahraga dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dan mendapatkan dukungan yang optimal dari para pengambil keputusan,” tambahnya.
Menjaga Keberlanjutan Prestasi Jabar
Lebih jauh, kepengurusan KONI Jabar ke depan diharapkan mampu bertindak sebagai jembatan yang efektif untuk menyalurkan aspirasi dan kebutuhan cabor ke dalam skema kebijakan pemerintah. Dengan pola komunikasi yang integratif, kendala administratif maupun keterlambatan dukungan finansial yang dapat menghambat periodisasi latihan atlet diharapkan dapat diminimalisasi.
Sebagai salah satu barometer utama olahraga nasional, Jawa Barat membutuhkan figur yang memiliki rekam jejak organisasi yang kuat, jaringan (networking) yang luas, kemampuan lobi yang elegan, serta visi strategis dalam membangun ekosistem olahraga prestasi yang modern, profesional, dan akuntabel.
Musorprov 2026 menjadi momentum krusial bagi seluruh pemilik suara dan insan olahraga di Jawa Barat untuk meletakkan fondasi baru. Harapan besar ditumpukan agar nakhoda yang terpilih nantinya mampu membawa KONI Jabar menjadi organisasi yang lebih adaptif, transparan, dan konsisten menempatkan kesejahteraan serta prestasi atlet sebagai prioritas tertinggi. (pm)







