DKPP Klaim Satwa Eks Kebun Binatang Bandung Sehat, Hasil Lab Balai Keswan Jabar Jadi Penentu Selanjutnya

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung merilis hasil pemeriksaan kesehatan terbaru terhadap sejumlah satwa prioritas di area eks Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Meski secara visual dinyatakan stabil, Pemerintah Kota Bandung kini tengah menunggu hasil uji laboratorium komprehensif untuk menentukan langkah intervensi medis jangka panjang.

​Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan lanjutan telah difokuskan pada satwa ikonik seperti macan tutul dan gajah. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada degradasi kesehatan satwa di tengah dinamika pengelolaan lahan tersebut.

​Berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan pada Kamis, 16 April 2026, tim dokter hewan menerapkan protokol general check-up yang meliputi:

Macan Tutul: Pengambilan sampel darah (uji kimia), swab anus untuk deteksi virus, serta pemindaian USG dan X-ray. Tim medis menemukan adanya penumpukan lemak subkutan, namun organ dalam dilaporkan berfungsi normal dan hasil rapid test virus menunjukkan negatif.

Gajah: Fokus pada pemeriksaan kuku kaki yang sebelumnya dilaporkan mengalami keretakan. Selain X-ray kaki, dilakukan swab luka untuk uji bakteriologi guna mengantisipasi risiko infeksi sistemik.

Baca juga:  Sistem Daya Tahan Tubuh (Imun) Modal Awal Terhindar Risiko Penyakit

​“Untuk gajah, saat ini tidak ditemukan indikasi infeksi maupun peradangan aktif, termasuk pada bagian kuku kaki yang retak,” ujar Gin Gin dalam keterangannya.

​Meski hasil awal menunjukkan kondisi yang cukup baik, DKPP menegaskan bahwa status kesehatan final para satwa masih bergantung pada uji klinis di Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Jawa Barat.

​Langkah ini dinilai krusial secara hukum dan etika konservasi. Hasil dari Balai Keswan akan menjadi dokumen legal sekaligus acuan teknis bagi Pemkot Bandung dalam menyusun rencana perawatan lanjutan (treatment plan) agar tidak terjadi kelalaian di masa mendatang.

​”Hasil pengujian lanjutan ini akan menjadi dasar utama kami dalam menentukan langkah penanganan kesehatan satwa ke depan secara lebih presisi,” tegas Gin Gin.

​Publik dan pengamat konservasi kini menantikan transparansi hasil laboratorium tersebut, mengingat pengelolaan kesehatan satwa di eks Kebun Binatang Bandung terus menjadi sorotan di tengah proses transisi manajemen yang sedang berlangsung. ***