Porosmedia.com, Bandung – Kantor Pertanahan (Kantah) BPN Kota Bandung resmi berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung dalam mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat. Sinergi ini diwujudkan melalui pengintegrasian program PELATARAN (Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan) dengan ajang Gebyar UTAMA 2026 (Gerakan Unggul Melayani Warga).

Langkah kolaborasi horizontal antar instansi ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan konsep pelayanan “jemput bola” yang inklusif, responsif, dan mudah dijangkau oleh seluruh warga Kota Bandung.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantah BPN Kota Bandung, Ita Latifah, S.H., M.A.P., bersama jajaran pegawai BPN Kota Bandung yang bertugas melayani masyarakat dalam program PELATARAN.
Solusi Layanan Tanpa Kuasa di Akhir Pekan
Program PELATARAN sendiri merupakan inovasi pelayanan yang digagas langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung, H. Yayat Ahadiat Awaludin, S.SiT., M.H. Inovasi ini dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja biasa.
Melalui program ini, masyarakat pemohon yang tidak sempat mengurus berkas pertanahan pada hari Senin hingga Jumat dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan pada hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.
“Masyarakat diimbau untuk datang langsung tanpa melalui kuasa ke Kantor Pertanahan BPN Kota Bandung yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No. 586,” ujar H. Yayat Ahadiat Awaludin dalam keterangannya.
Menerapkan Semangat “Someah Hade Ka Semah”
Komitmen BPN Kota Bandung dalam memberikan kepastian hukum dan kenyamanan layanan pertanahan ini juga selaras dengan slogan khas yang diusung, yakni “Someah Hade Ka Semah”.
Prinsip kearifan lokal Sunda tersebut direfleksikan secara nyata oleh seluruh jajaran Kantah BPN Kota Bandung melalui pelayanan yang ramah, berintegritas, profesional, serta berdedikasi penuh dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Melalui sinergi Gebyar UTAMA 2026 dan PELATARAN, diharapkan tata kelola administrasi pertanahan di Kota Bandung semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (PMC/Red)







