Budaya  

Perlu Dukungan Dana, Ayo Bantu Acara International Rain Festival (IRF) 2024

Jajat Sudrajat

Porosmedia.com – Karena faktor pembiayaan pelaksanaan acara International Rain Festival (IRF) 2024 terancam tidak diselenggarakan.

“Ini merupakan festival yang ke -10. Sampai saat ini kami sedang terkendala pendanaan dalam pelaksanaannya,” ujar Nuri Aryati, Ketua Panitia International Rain Festival (IRF) 2024 kepada humaniora.id.

International Rain Festival (IRF) 2024 atau Festival Hujan Internasional, merupakan representasi sebuah perayaan rasa syukur atas berkah hujan melalui media pertunjukan seni budaya.

“Dalam festival ini kami juga menyuguhkan berbagai kegiatan edukasi tentang hujan. Juga lingkungan hidup, seperti membuat biopori, pemanfaatan air hujan untuk minum, penanaman pohon dan masih banyak edukasi lainnya,” terang Nuri Aryati.

Mengenai makna filosofi acara ini, Mugiyono Kasido selaku inisiator acara International Rain Festival (IRF) memaparkan, hujan bukan tentang tetesan air yang jatuh ke bumi.

“Hujan merupakan bentuk cinta langit untuk bumi. Mereka (peserta festival) tidak pernah bertemu satu sama lain. Tetapi mengirimkan cinta dengan caranya,” ujar seniman asal Klaten yang sudah menciptakan puluhan karya tari ini.

Baca juga:  Perguruan Gagak Lawung Komitmen Tetap Berprestasi Dan Dibanggakan Masyarakat

Hujan bagi Mugiyono, adalah berkah. Dapat menurunkan suhu menjawab pemanasan global. Menumbuhkan padi, dan mencipta senyum para petani.

“Menyegarkan ranting-ranting pepohonan yang lama mongering. Menyalurkan oksigen manusia di bumi ini,” ujar master tari yang sudah mengajar tari di sejumlah negara seperti di Jepang, Taiwan, Luang Prabang (Laos), Inggris, Portugal, Australia, Hong Kong, Amerika, maupun di Indonesia ini.

Sebagai sebuah perayaan universal, IRF menampilkan performer multikultur, multi dimensi baik genre dan usia dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari berbagai belahan dunia.

Peserta berkolaborasi dan saling belajar budaya masing-masing membangun pemahaman yang damai dalam berkesenian.

Menurut Nuri Aryati, IRF pertama kali diadakan tahun 2015, dan berlangsung sampai tahun 2023. Pelaksanaan festival bertempat di Studio Mugidance RT 01/07 Kertasura Jawa Tengah.

“Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen, penyelenggara IRF menyediakan akomodasi dan konsumsi bagi para performer,” terang Nuri.

Festival ini bersifat mandiri baik secara pendanaan atau pelaksanaan jalannya acara. Performer hadir dengan sukacita secara mandiri membuat pertunjukan bersama. Mensyukuri turunnya hujan di bumi ini.

Baca juga:  Gotong Royong Warga Cipaisan Purwakarta, Sukarela Perbaiki Rumah Warga yang Rubuh

*Donasimu Menjadi Berkah*
Masalah pendanaan memang sering kali menjadi kendala mewujudkan sebuah ajang apresiasi seni pertunjukan. Sponsor jarang tertarik membiayai kegiatan kesenian.

“Menjadi sebuah kebahagiaan bagi kami apabila teman-teman turut mengapresiasi festival ini. Kami mengetuk hati teman-teman untuk bisa memberikan donasinya demi berlangsungnya festival hujan ini,” ujar Nuri.

Donasi dapat disalurkan melalui Bank BCA Cabang Solo nomor rekening 3930337390
An. Nuri Aryati, Ketua Panitia Festival Hujan Internasional. Bank BRI Cabang Solo
nomor rekening : 340201027815530 An. Lembaga Mugidance, Paypal [email protected]

“Salam budaya,salam hujan. Donasimu menjadi berkah bagi terlaksananya Festival Hujan Internasional,” ujar Nuri Aryati menutup/***