Porosmedia.com, Kab. Subang – Sekretaris Jenderal Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat, Eka Santosa, kembali mengunjungi kawasan wisata budaya Kedaton Giri Nusantara di Jalancagak, Kabupaten Subang, Rabu (13/5/2026). Kunjungan ini membawa agenda penting terkait rencana pengembangan fasilitas edukasi religi di kawasan tersebut.
Didampingi rekan sejawatnya, Djen Himawan, Eka Santosa menyerahkan sampel kaligrafi Al-Qur’an berukuran besar (1,4 meter x 2 meter). Penyerahan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung inisiasi pembangunan Museum Kaligrafi yang direncanakan menjadi salah satu ikon di Kedaton Giri Nusantara.
Penggagas kawasan Kedaton Giri Nusantara, Ki Semar Romo Bayu Suryoadiwinata—atau yang akrab disapa Romo—menyambut hangat dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran fisik sampel kaligrafi ini menjadi dorongan moral yang kuat bagi pihaknya untuk segera merealisasikan museum tersebut.
“Kehadiran Pak Eka dan rekan-rekan memberikan energi positif. Contoh kaligrafi ukuran besar ini memperkuat keyakinan kami bahwa rencana mendirikan museum kaligrafi di sini akan segera terwujud. Segala aspek teknis, mulai dari lahan hingga kebutuhan pendukung lainnya, telah kami persiapkan,” ujar Romo.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Romo memaparkan progres pembangunan kawasan yang kini tengah dipercepat. Menariknya, proyek ini melibatkan sekitar 223 pekerja yang mayoritas merupakan warga sekitar. Hal ini menjadi solusi sosial bagi masyarakat pasca-berhentinya aktivitas pertambangan di wilayah tersebut yang sebelumnya menjadi sumber penghasilan utama warga.
“Banyak pekerja yang datang bersama keluarga berharap agar pelibatan mereka dalam proyek ini dapat berlanjut. Ini murni misi kemanusiaan dan upaya pemberdayaan masyarakat agar tetap memiliki mata pencaharian yang layak,” jelasnya.
Romo menekankan bahwa akselerasi pembangunan ini murni bertujuan untuk kemajuan budaya dan kesejahteraan sosial, serta jauh dari kepentingan politik praktis.
Pengembangan Fasilitas Penunjang
Selain fokus pada museum, pembangunan area parkir dan zona niaga di bagian depan kawasan juga terus dipacu. Saat ini, proses administrasi terkait sewa lahan kepada pihak PTPN sedang ditempuh guna menyediakan ruang parkir yang representatif. Di lokasi tersebut, rencananya akan dibangun sekitar 350 unit kios (jongko) yang diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan menengah (UMKM).
“Kami bersyukur dapat berkontribusi dalam menyediakan lapangan kerja bagi warga melalui pembangunan ini,” tambah Romo.
Senada dengan hal tersebut, Djen Himawan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal cita-cita berdirinya Museum Kaligrafi tersebut. Ia berharap Kedaton Giri Nusantara dapat tumbuh menjadi destinasi wisata budaya unggulan yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas.
“Semoga langkah ini diberikan kelancaran, sehingga Kedaton Giri Nusantara benar-benar menjadi pusat kebudayaan yang bermanfaat bagi semua pihak,” pungkas Djen. ***







