Perkuat Ekosistem MRO Nasional, PTDI dan Batam Aero Technic Jalin Sinergi Strategis

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) secara resmi menyepakati kemitraan strategis dengan Batam Aero Technic (BAT) guna memperkuat kapabilitas nasional di sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat udara. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilaksanakan di Gedung Nurtanio, Bandung, sebagai langkah nyata penguatan sinergi antar-pemangku kepentingan industri dirgantara domestik.

​Kolaborasi ini dirancang untuk mengintegrasikan kompetensi kedua entitas. PTDI, sebagai pionir industri pesawat terbang nasional, membawa keunggulan dalam manufaktur serta layanan purna jual melalui status Authorized Maintenance Organization (AMO). Di sisi lain, BAT memiliki rekam jejak solid dengan sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA) serta pengakuan internasional dalam pengelolaan perawatan armada maskapai berskala besar.

​Melalui kemitraan ini, PTDI dan BAT akan melakukan optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang meliputi tenaga ahli, fasilitas hanggar, hingga penerapan teknologi terkini. Langkah ini diambil untuk merespons dinamika pasar penerbangan yang menuntut layanan perawatan pesawat secara cepat, efisien, dan memenuhi standar keselamatan global.

​”Kolaborasi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing industri nasional. Dengan sinergi yang kuat pada aspek teknis, SDM, maupun akses pasar, kami optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan di sektor layanan purna jual yang semakin menjanjikan,” ujar Moh Arif Faisal, Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI.

Baca juga:  Warga Ayata bersama Habema Gelar Upacara Sumpah Pemuda

​Selain aspek operasional, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pilar utama dalam kerja sama ini. BAT berkomitmen mendukung penciptaan tenaga kerja unggul yang adaptif terhadap transformasi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta otomatisasi robotik di dunia penerbangan.

​Dalam kaitan tersebut, peran Training Center PTDI yang telah tersertifikasi sebagai Authorized Maintenance Training Organization (AMTO) menjadi krusial. Fasilitas ini akan menjadi pusat pencetakan teknisi profesional melalui program pelatihan dan sertifikasi dasar yang sesuai dengan standar industri.

​Sinergi ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, di antaranya:

Efisiensi Biaya: Mengurangi ketergantungan pada fasilitas MRO luar negeri (devisa tetap di dalam negeri).

Penyerapan Tenaga Kerja: Membuka jalur penyerapan lulusan pelatihan PTDI ke dalam ekosistem BAT.

Kedaulatan Dirgantara: Memperkuat rantai pasok domestik guna mewujudkan kemandirian industri penerbangan Indonesia.

​Kemitraan antara PTDI dan BAT bukan sekadar kerja sama bisnis transaksional, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan industri dirgantara Indonesia mampu bersaing secara kompetitif di kancah global.