Eka Santosa Soroti Penunjukan Susi Pudjiastuti di Bank BJB: Jangan Jadi Alat Manuver Kepentingan

Avatar photo

​Porosmedia.com, Bandung – Penunjukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sebagai Komisaris Utama Independen Bank bjb dalam RUPST tahun buku 2025, menuai tanggapan serius dari kolega dekatnya, Eka Santosa.

​Ditemui di sebuah kafe di bilangan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (30/4), tokoh Jawa Barat yang juga teman dekat Susi ini menyatakan keprihatinan mendalam terkait penempatan sosok “Srikandi Laut” tersebut di industri perbankan yang sangat teregulasi.

Eka Santosa secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya bahwa nama besar Susi Pudjiastuti hanya dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang berkaitan dengan popularitas atau manuver politik pihak-pihak tertentu, termasuk otoritas pengambil kebijakan di tingkat daerah.

​”Sebagai teman, saya tentu senang mendengar kabar baik. Namun, kita harus jujur bahwa perbankan adalah institusi yang berbasis kepercayaan (trust) dan memiliki kriteria teknis yang sangat spesifik,” ujar Eka.

​Menurutnya, prestasi Susi di bidang perikanan dan penerbangan (Susi Air) sudah tidak diragukan lagi secara nasional maupun internasional. Namun, ia menekankan adanya perbedaan fundamental antara kompetensi pelaku usaha (entrepreneur) dengan profesional perbankan (banker).

Baca juga:  Kembali Unras dari Forum AKSI : Presiden Prabowo sesuai Komitmennya, harus Tegas dan Konsisten

​”Ibu Susi itu pengusaha sukses, bukan bankir. Saya khawatir jangan sampai nama besar beliau hanya diambil untuk kepentingan popularitas atau sekadar memenuhi kemauan komunikasi politik gubernur,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eka mengingatkan adanya proses Fit and Proper Test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia tidak ingin Susi Pudjiastuti menjadi “bulan-bulanan” opini publik jika nantinya terbentur pada parameter dan syarat ketat yang dimiliki OJK.

​Ia merujuk pada pengalaman beberapa tokoh populer sebelumnya yang sempat mencuat dalam bursa pimpinan lembaga keuangan namun gagal karena kendala administratif atau kriteria teknis OJK.

​”Jangan sampai kawan saya ini hanya dipakai sebagai alat untuk bermanuver. Kasihan kalau nama besar beliau dipertaruhkan untuk sesuatu yang sejak awal sebenarnya kurang tepat secara domain profesional,” tambah Eka.

Secara eksplisit, Eka menyatakan dukungannya jika Susi dikembalikan ke habitat aslinya di sektor Kelautan dan Perikanan.

​”Kalau beliau diminta mengurus perikanan, saya dukung 2.000 persen. Tapi untuk perbankan, saran saya sebaiknya Ibu Susi pikir-pikir dulu. Ini sektor yang sangat sensitif dan berisiko,” pungkasnya.

Baca juga:  Izin Perumahan Harmoni Hill Disorot: Diduga Abaikan Kelestarian Lingkungan dan Rugikan Warga Sekitar

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank bjb maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi tambahan mengenai kelanjutan proses administrasi pasca-penunjukan tersebut di RUPST.