Porosmedia.com, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi membuka akses fitur Imah Aing pada aplikasi Sapawarga sebagai kanal pengajuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Kehadiran fitur digital ini diharapkan mampu menutupi celah pendataan program rehabilitasi hunian warga yang selama ini disinyalir belum sepenuhnya menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah secara rinci.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa indikasi maraknya rutilahu yang belum terakomodasi justru banyak terpotret dari dinamika pengaduan masyarakat di media sosial. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketimpangan antara data terpadu di lapangan dengan realisasi program rehabilitasi di tingkat daerah.
Melalui Imah Aing, Pemprov Jabar berupaya mengalihkan pola pendataan dari yang semula cenderung pasif menjadi pengaduan partisipatif berbasis warga (bottom-up).
”Silakan manfaatkan akses ini untuk menyelesaikan berbagai masalah ketidaklayakan rumah,” ujar Dedi, Jumat (14/8/2026).
Syarat Verifikasi dan Transparansi Program
Untuk memastikan ketepatan sasaran dan mengantisipasi potensi manipulasi data, masyarakat yang mengajukan bantuan diwajibkan melengkapi dokumen verifikasi secara faktual. Persyaratan tersebut mencakup:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon penerima manfaat.
- Alamat rinci beserta titik koordinat lokasi bangunan.
- Nomor telepon aktif calon penerima.
- Foto kondisi fisik rumah dari empat sisi (tampak depan, kiri, kanan, dan belakang).
Pemprov Jabar menegaskan seluruh proses perbaikan Rutilahu ini disalurkan tanpa pungutan biaya sama sekali (gratis). Publik diimbau untuk memantau proses pengajuan ini guna mencegah praktik pungutan liar oleh oknum tidak bertanggung jawab di tingkat lapangan.
Penguatan transparansi dan kemudahan akses digital ini menjadi pertaruhan penting bagi Pemprov Jabar. Efektivitas fitur Imah Aing tidak hanya diukur dari seberapa banyak warga yang mengunduh aplikasi, tetapi sejauh mana respons dan eksekusi riil dinas terkait dalam menindaklanjuti data masuk hingga menjadi rumah yang benar-benar layak huni.







