Perangkat Traffic Light di Sejumlah Simpang Raib, Dishub Kota Bandung Terjunkan Petugas Manual

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Aksi pencurian perangkat pengatur lalu lintas (traffic light) di sejumlah persimpangan vital Kota Bandung memaksa Dinas Perhubungan (Dishub) menerjunkan personel untuk pengaturan arus secara manual. Langkah darurat ini diambil demi meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas di titik-titik rawan tersebut.

​Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengonfirmasi bahwa kendala operasional lampu lalu lintas saat ini disebabkan oleh raibnya sejumlah komponen teknis akibat ulah pihak tak bertanggung jawab.

​”Proses perbaikan masih berjalan karena perangkat yang hilang membutuhkan perakitan ulang sebelum bisa difungsikan kembali. Kami menargetkan perakitan minimal selesai dalam waktu satu minggu,” ujar Rasdian di Balai Kota Bandung, Kamis (1/10/2026).

​Berdasarkan inventarisasi Dishub, sedikitnya terdapat lima titik persimpangan yang terdampak. Lokasi tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Regol—seperti kawasan PT INTI dan Simpang Patung Ikan—serta ruas Jalan Pungkur, persimpangan Tamblong-Naripan, dan kawasan Puteran Sunda.

​Menanggapi peristiwa tersebut, pihak Dishub menyatakan telah mengambil langkah hukum resmi dengan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat kepolisian.

​”Kami sudah mengajukan laporan pengaduan resmi ke pihak kepolisian. Harapannya, kasus ini dapat segera diusut dan ditindaklanjuti secara hukum,” tegasnya.

​Pengaturan Manual di Jam Sibuk

​Selama proses perakitan berlangsung, Dishub menyiagakan personel dari Bidang Pengendalian Operasional (Dalop) untuk mengatur arus kendaraan secara manual, khususnya pada jam-jam padat lalu lintas pagi dan sore hari.

​Rasdian menekankan, ketiadaan alat pengatur lalu lintas otomatis sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari ketika volume pengawasan fisik berkurang.

​”Persimpangan tanpa traffic light yang berfungsi sangat rawan, terutama malam hari. Kendaraan dari berbagai arah rentan saling mendahului jika tidak ada pengatur arus. Oleh karena itu, pengaturan manual ini menjadi prioritas darurat kami,” kata Rasdian.

​Dishub mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan saat melintasi titik-titik persimpangan yang terdampak.