Sinergi Kesbangpol dalam Akselerasi UMKM dan Pariwisata Kota Bandung

Avatar photo

Oleh: R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H.(Pengamat Kebijakan Publik dan Politik)

Porosmedia.com – ​Pemerintah Kota Bandung saat ini menghadapi tantangan dinamis dalam menjaga stabilitas sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi pascapandemi. Dalam konteks ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tidak lagi hanya berfungsi sebagai penjaga stabilitas politik, tetapi juga sebagai katalisator strategis yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah dan masyarakat guna mendongkrak sektor UMKM serta Pariwisata.

​Kepala Kesbangpol yang baru dituntut memiliki pemahaman mendalam terhadap peta politik lokal serta kemampuan collaborative governance. Beberapa langkah fundamental yang harus diprioritaskan meliputi:

Identifikasi dan Dialog Aspiratif: Melakukan survei serta forum dialog berkala untuk memetakan kebutuhan riil masyarakat di akar rumput.

Koordinasi Lintas Sektoral: Membangun sinergi yang kokoh dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Partai Politik, dan lembaga vertikal lainnya untuk menciptakan iklim investasi dan usaha yang kondusif.

Transparansi dan Akuntabilitas: Mengedepankan tata kelola yang terbuka dalam setiap implementasi program guna membangun kepercayaan publik (public trust).

Baca juga:  Bappeda Kota Bandung Dinilai Lemah dalam Realisasi Perencanaan Pembangunan

​Pertumbuhan UMKM dan Pariwisata mustahil tercapai tanpa stabilitas daerah. Kesbangpol harus proaktif dan agresif dalam mitigasi konflik melalui:

Kolaborasi Tripartit (Polri, TNI, Pemkot): Mengintensifkan koordinasi untuk menekan angka kriminalitas dan menjaga kondusivitas wilayah, terutama di titik-titik destinasi wisata.

Pendidikan Politik Komunitas: Melibatkan partai politik dalam meningkatkan kesadaran bela negara dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

​​Untuk mendukung visi ekonomi Kota Bandung, Kesbangpol dapat mengintervensi melalui kebijakan berikut:

Bidang Prioritas

Langkah Strategis

Output yang Diharapkan

Pengembangan UMKM

Fasilitasi regulasi, penyederhanaan birokrasi perizinan, dan akses modal melalui kemitraan.

Peningkatan pendapatan asli daerah dan pengurangan pengangguran.

Sektor Pariwisata

Optimalisasi keamanan destinasi, promosi budaya lokal, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Peningkatan volume kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Ekonomi Berbasis Komunitas

Pemberdayaan wirausaha berbasis Pesantren, Masjid, dan komunitas lokal.

Terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat yang inklusif.

Infrastruktur & Digitalisasi

Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi untuk pengawasan dan pelayanan publik.

Efisiensi birokrasi dan kemudahan akses informasi bagi pelaku usaha.

​Secara fungsional, Kesbangpol memiliki keterkaitan erat dengan sektor ekonomi produktif:

Aspek Regulasi: Membantu harmonisasi peraturan daerah agar lebih ramah terhadap pelaku UMKM dan meminimalisir hambatan birokrasi.

Aspek Keamanan (Tourism Security): Menjamin keselamatan wisatawan adalah tanggung jawab kolektif di mana Kesbangpol berperan dalam deteksi dini potensi gangguan keamanan di objek wisata.

Aspek Sosial-Lingkungan: Mendorong pengelolaan lingkungan wisata yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat sekitar (sadar wisata).

​​Keberhasilan pembangunan Kota Bandung bergantung pada sejauh mana Kesbangpol mampu mentransformasikan perannya dari sekadar pengawas menjadi fasilitator pembangunan. Dengan koordinasi yang kuat dan program yang menyentuh akar rumput, stabilitas politik akan menjadi fondasi kokoh bagi kejayaan UMKM dan Pariwisata Bandung.

​Selamat bertugas kepada Kepala Kesbangpol Kota Bandung yang baru. Tantangan di depan mata adalah peluang untuk memberikan pengabdian terbaik bagi warga Bandung.