Porosmedia.comz Bandung – Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak boleh hanya dipandang sebagai aktivitas transaksi ekonomi semata. Lebih dari itu, sektor ini merupakan fondasi utama dalam menopang kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat, Samantha Dewi, saat menghadiri peluncuran Program UMKM Bank Syariah Mandiri (BSM) yang dirangkaikan dengan Turnamen Gateball Merah Putih di Lapangan Bikasoga Gateball, Kota Bandung, Sabtu (8/8/2026).
Samantha menyoroti bahwa di balik dinamika sektor UMKM, terdapat perjuangan dan tumpuan hidup keluarga yang membutuhkan dukungan konkret serta ruang tumbuh yang berkelanjutan.
“UMKM bukan sekadar urusan niaga dan perputaran uang. Di dalamnya ada kerja keras, semangat pemulihan ekonomi, dan harapan besar keluarga yang sedang diperjuangkan,” ujar istri Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan tersebut.
Ia menekankan agar peluncuran Program UMKM BSM tidak berhenti pada seremonial belaka. Diharapkan, skema pendampingan yang dihadirkan mampu menjadi wadah edukasi kolektif, transfer pengetahuan, serta peningkatan kapasitas agar para pelaku usaha lokal dapat benar-benar naik kelas.
Apresiasi juga disampaikannya kepada SM Foundation dan PURIS Jabar Universitas Padjadjaran atas kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, pemberdayaan berbasis kemitraan merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi masyarakat Jawa Barat.
Dorong Sinergi Ekonomi Komunitas dan Pola Hidup Sehat
Selain fokus pada penguatan ekonomi rakyat, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini juga dinilai memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat melalui ajang olahraga.
Samantha menilai, integrasi antara pemberdayaan UMKM dan Turnamen Gateball Merah Putih menciptakan formulasi kegiatan berbasis komunitas yang sehat dan produktif. Olahraga gateball dianggap efektif melatih konsentrasi, ketangkasan, serta koordinasi fisik masyarakat.
“Ini perpaduan yang tepat antara penguatan ekonomi warga dan promosi gaya hidup sehat. Sinergi seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga bugar dan memiliki kualitas hidup yang baik,” tambahnya.
Mengakhiri pengarahannya, Samantha mengajak seluruh peserta turnamen untuk menjaga nilai-nilai sportivitas dan menjadikan ajang kompetisi ini sebagai sarana memperkuat kebersamaan antarwarga.
Diharapkan seluruh rangkaian program tersebut dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Jawa Barat yang mandiri, sehat, dan berdaya saing tinggi.







