Porosmedia.com, Bandung – Dinamika rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Sukajadi terus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sebagai langkah nyata dalam menyerap aspirasi publik, sebuah pertemuan dialogis digelar antara perwakilan elemen masyarakat dengan pihak Kelurahan Sukajadi, yang diterima langsung Lurah Dede Sofyan, S.Sos, Rabu siang (29/4/2026), di Kelurahan Cipedes, kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.
Pertemuan tersebut diinisiasi sebagai bentuk tindak lanjut atas keresahan warga mengenai pemberlakuan sistem satu arah (one way) di jalur utama tersebut. Namun esensi penyampaian aspirasi tetap berjalan konstruktif.
Poin utama yang disampaikan Bambang Sudaryanto mewakili masyarakat dalam dialog tersebut adalah usulan pengembalian fungsi Jalan Sukajadi menjadi dua arah. Aspirasi ini didasarkan pada tinjauan realitas lapangan yang menunjukkan adanya peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas serta dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi para pelaku usaha lokal di sepanjang jalur tersebut.
Berdasarkan pantauan dan pemberitaan yang berkembang beberapa hari terakhir, insiden di lapangan menjadi indikator penting perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan rekayasa jalan yang saat ini berlaku.
Untuk itu, pihak Kelurahan menyambut baik masukan tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Dalam keterangannya, pihak Kelurahan menyatakan telah memantau arus informasi dan dinamika yang terjadi di tengah masyarakat melalui berbagai media.
Sikap kooperatif ini sejalan dengan dukungan yang sebelumnya sempat disuarakan oleh Camat Sukajadi, Bapak Drs. Inci Dermaga, M.A.P., yang menegaskan bahwa pemerintah kecamatan senantiasa membuka pintu komunikasi terkait kebijakan publik yang berdampak langsung pada warga.
Dalam pertemuan tersebut, ditekankan pentingnya menempuh mekanisme yang elegan dalam memperjuangkan aspirasi. Pihak kelurahan mengharapkan agar seluruh proses evaluasi ini dilakukan dalam koridor yang kondusif, mengedepankan dialog yang sehat tanpa mengganggu stabilitas ketertiban umum.
Langkah kolektif ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya solusi konkret yang berorientasi pada kepentingan umum. Komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara jurnalisme, tokoh masyarakat, dan birokrasi sangat krusial dalam menciptakan tata kelola kota yang responsif terhadap suara rakyat.







