Menakar Potensi Bandara Kertajati Sebagai Pusat Industri Pertahanan Nasional Terpadu

Avatar photo

Porosmedia.com – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kini tengah diproyeksikan menjadi simbol transformasi strategis Indonesia. Dari sekadar gerbang transportasi udara, Kertajati kini dipandang sebagai panggung masa depan bagi kedaulatan industri pertahanan dan dirgantara nasional.

​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusung visi besar untuk menjadikan kawasan Kertajati bukan hanya sebagai hub penerbangan sipil, melainkan juga sebagai pusat industri pertahanan nasional. Rencana ini mencakup relokasi atau pengembangan fasilitas strategis bagi perusahaan pelat merah seperti PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ke kawasan yang lebih terintegrasi.

​Langkah ini dinilai sebagai solusi konkret dalam mengoptimalisasi pembangunan infrastruktur di Majalengka yang telah menyerap anggaran besar. Dengan menjadikan Kertajati sebagai kawasan industri pertahanan:

  • Optimalisasi Lahan: Memanfaatkan ketersediaan lahan yang luas untuk ekosistem pabrikasi dan pengujian alutsista.
  • Sumber Devisa: Menarik pasar internasional melalui layanan jasa dan produk pertahanan, menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci di kawasan Asia.
  • Garda Terdepan Dirgantara: Memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri penerbangan global.
Baca juga:  Sinergi Bandara Husein Sastranegara dan Kertajati untuk Masa Depan Transportasi Udara Jawa Barat

​Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan respons positif terhadap gagasan ini. Kertajati dinilai memiliki prasyarat yang cukup untuk menjadi salah satu kawasan industri pertahanan terpadu yang kompetitif di Asia.

​Ada beberapa faktor utama yang menjadikan Kertajati sebagai lokasi ideal bagi industri pertahanan:

  1. Skalabilitas Lahan: Ketersediaan ruang yang mampu menampung kompleksitas industri manufaktur berat dan area keamanan tinggi.
  2. Ekosistem MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul): Potensi pengembangan layanan perawatan pesawat (sipil maupun militer) yang dapat menghidupkan ekonomi sirkular di Jawa Barat.
  3. Sinergi Pemerintah: Dukungan lintas sektoral antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk menciptakan zona ekonomi khusus pertahanan.

​Jika visi ini terealisasi, dampak signifikan diprediksi akan dirasakan langsung oleh masyarakat Majalengka dan Jawa Barat. Proyeksi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru di sektor teknologi tinggi, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar kawasan bandara.

​Secara nasional, Kertajati dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui kemandirian teknologi pertahanan. Transformasi ini diharapkan menjadi preseden keberhasilan tata kelola infrastruktur yang transparan dan terukur di Indonesia.

Baca juga:  Sidang Praperadilan Wakil Wali Kota Bandung: Tim Hukum Persoalkan Profesionalisme Prosedur Kejaksaan

​Visi besar yang diusung oleh Gubernur Dedi Mulyadi ini memerlukan sinergi dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar Kertajati benar-benar mampu berdiri tegak sebagai “Kota Baru Pertahanan Indonesia” yang disegani di kancah internasional.

Oleh: Bambang Sudaryanto Dikutip dari laporan visi pengembangan wilayah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.