Porosmedia.com, Bandung – Upaya bersih-bersih yang digaungkan dan sedang dilakukan oleh Presiden Prabowo harus juga diikuti oleh para elit dan pemimpin dibawahnya, tidak terkecuali Wali Kota Farhan. Karena perilaku korup di negeri ini telah menjadi wabah dan penyakit akut yang sulit disembuhkan, maka harus dilakukan pemberantasan secara masiv.
Khusus di Kota Bandung, butuh pemimpin yang benar-benar berani, jujur dan tegas didalam memberantas praktik korupsi, kolusi dan pungli. Hal ini tentunya diharapkan muncul dari sosok Muhammad Farhan selaku Wali Kota yang telah mendapat mandat dan kepercayaan dari rakyat.
Bila Farhan memang memiliki niat tulus untuk membenahi Kota Bandung, maka segera lakukan bersih-bersih di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, karena dari sana lah sumber permasalahan dimulai.
Perilaku tidak terpuji (korupsi, kolusi dan nepotisme) telah mengakar kuat di lingkungan penyelenggara negara, begitu juga halnya di Kota Bandung. Terbukti dengan terus dan berulang antrian pejabat yang menjadi tersangka. Bahkan dari kasus yang hadir bertubi-tubi menimpa Kota Bandung tersebut diduga masih banyak laporan yang tidak sampai ke meja pengadilan.
Sebagai contoh, berkas kasus TA 2015 nomor 735.6/470-Inspektorat tertanggal 17 Mei 2016 yang melibatkan pejabat pembuat komitmen di salah satu dinas di Kota Bandung, hanya mengendap di ruang dingin kantor inspektorat.
Tentunya hal ini akan menjadi pertaruhan dan ujian atas kepemimpinan Wali Kota Farhan. Berani kah?
Yoga DH Dipura
Ketua Raksa Bandung







