Porosmedia.com, Bandung – Yayasan Ksatria Heulang Wirabuana (KHW) 86 menggelar rapat koordinasi strategis di Hotel Indies, Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, Jumat (15/05/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk melakukan restrukturisasi kepengurusan sekaligus mempertegas legalitas lembaga dalam menjalankan program-program pemberdayaan ekonomi.
Ketua Umum KHW 86, Hendry Irawan WN atau Kang Ragil, dalam arahannya menekankan pentingnya komitmen dan keseriusan bagi setiap anggota yang masuk dalam jajaran struktural. Ia menginstruksikan agar seluruh pengurus tetap solid dalam menjalankan roda organisasi.
”Harus solid dan serius. Kita memerlukan tim yang benar-benar berdedikasi untuk membawa yayasan ini ke arah yang lebih baik,” tegas Kang Ragil di hadapan para pengurus yang hadir.
Senada dengan Ketua Umum, Ketua Harian KHW 86 H. Ca Hamzah, SH. M.H menyatakan bahwa organisasi ke depan harus mampu bertransformasi menjadi lembaga yang maju dan profesional. Sementara itu, Sekjen KHW 86, Ait M. Sumarna atau Kang Ait, memaparkan poin-poin revisi strukturisasi yang perlu segera diselesaikan guna menjamin efektivitas kinerja divisi-divisi di bawah naungan yayasan.
Sementara itu, arahan datang dari Pengawas KHW 86 Kang Budi Jabar, dalam pertemuan tersebut, dibahas pula mengenai nilai filosofis di balik nama Ksatria Heulang Wirabuana. Nama ini merefleksikan kepemimpinan yang kuat (Ksatria), fokus yang tajam terhadap sasaran (Heulang), serta kemampuan untuk membesarkan tanah kelahiran dengan wawasan global (Wira Buana). Adapun angka 86 merujuk pada sejarah awal sekretariat organisasi yang terletak di Jalan Awal.
Di sisi lain, potensi anggota KHW 86 dinilai sangat variatif, mulai dari kalangan pengusaha, ASN, akademisi, hingga sektor buruh harian. Keberagaman latar belakang ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan seluruh keluarga besar yayasan.
”Tujuan utama kita adalah menciptakan keuntungan yang dapat dirasakan oleh seluruh anggota demi mencapai kesejahteraan bersama,” ujar Kang Budi Jabar saat diberikan kesempatan memberikan motivasi keorganisasian.
Di tempat yang sama, rapat ini juga menjadi ajang verifikasi bagi pengurus yang aktif. Melalui pengumuman resmi dari Sekretariat Yayasan, ditegaskan bahwa kehadiran dalam rapat pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata. Anggota pengurus yang tidak hadir tanpa keterangan yang sah tetap menjadi anggota, dan dinyatakan tidak mengundurkan diri dari kepengurusan.
Beberapa tokoh organisasi yang juga masuk dalam kepengurusan KHW 86 juga memberikan pandangannya. Wina, selaku Ketua Senindan Budaya, serta Ridwansyah Soemantri selaku Wakil Ketua I menegaskan kesiapan total mereka untuk membesarkan KHW 86 tanpa adanya konflik kepentingan.
Selain itu, Asep Tatang mengusulkan pembentukan forum silaturahmi yang berkelanjutan sebagai wadah diskusi program kerja. Melalui forum ini, setiap gagasan dapat diolah secara kolektif sehingga memberikan manfaat nyata bagi seluruh jajaran Yayasan Ksatria Heulang Wirabuana 86. (PM)







