Oleh: Redaksi Porosmedia.com
Porosmedia.com – Bandung Raya kini menghadapi kenyataan pahit. Sektor transportasi bus pariwisata yang selama ini menopang pergerakan wisata di Jawa Barat sedang terpuruk. Data terbaru menunjukkan gelombang perumahan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) menimpa puluhan Perusahaan Otobus (PO) di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung.
Kondisinya bukan lagi sekadar penurunan pendapatan, melainkan krisis sistemik. PO besar seperti City Trans Utama di Kota Bandung merumahkan sekitar 150 sopir. PO lain seperti Karang Mulya sudah melakukan PHK, bahkan ada perusahaan yang menjual armadanya demi menutup biaya operasional. Deretan nama PO — mulai dari Gelar Pratama, APR Trans, Mitra Dewan, hingga Jackal Holiday — hanya sebagian dari potret lebih luas di lapangan.
Dari data yang dihimpun P3JB (Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat), terdapat 8.000 pekerja pariwisata di Jawa Barat yang kini berada di jurang kemiskinan mendadak. Mereka tidak hanya kehilangan penghasilan, tetapi juga menghadapi ketidakpastian masa depan.
Herdis Subarja, Koordinator P3JB, menyuarakan kegelisahan kolektif ini: “Gubernur harus segera mengambil langkah strategis dan taktis untuk menyelesaikan persoalan para pekerja pariwisata Jabar. Dampak kebijakan ini nyata menimbulkan kemiskinan pada kami semua. Hentikan aktivitas bermedsos dan pembuatan konten yang tidak relevan. Gubernur fokus bentuk tim melibatkan SKPD terkait dan para pengusaha terdampak untuk duduk bersama atasi persoalan ini.”
Seruan ini tidak lahir dari ruang kosong. Di baliknya ada ribuan keluarga yang terancam kehilangan akses pada kebutuhan dasar. Kebijakan yang berdampak langsung pada sektor pariwisata, tanpa mitigasi yang jelas, bukan hanya melemahkan industri tetapi juga menciptakan masalah sosial baru.
Pertanyaan yang patut diajukan: Apakah pemerintah daerah siap menghadapi lonjakan angka pengangguran baru? Bagaimana rencana konkret untuk mencegah keruntuhan sektor pariwisata di Jawa Barat?
Sebuah pemerintahan tidak diukur dari seberapa seringnya hadir di media sosial, melainkan dari kemampuan merespons krisis dengan solusi nyata. Jika kondisi ini dibiarkan, reputasi pariwisata Jawa Barat akan tergerus, sementara beban sosial bertambah.
Kini saatnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan narasi manis, dan segera membentuk forum penyelamatan sektor pariwisata. Keterlibatan langsung SKPD, pelaku usaha, serikat pekerja, dan komunitas pariwisata adalah langkah mendesak. Tanpa itu, 8.000 pekerja hari ini hanyalah permulaan dari gelombang krisis yang lebih besar.
Porosmedia.com menegaskan: krisis ini bukan hanya milik para sopir atau pemilik PO, melainkan krisis sosial-ekonomi Jawa Barat. Gubernur tidak bisa menunda lagi.
Catatan : Data Kondisi Para Pekerja Para Pekerja Transportasi Bus Pariwisata Di Wilayah Bandung Raya (Kab. Bandung & Kota Bandung) :
PO Gelar Pratama, Kab Bandung (6 driver bus) dirumahkan
PO APR Trans, Kab Bandung (5 driver) PHK dan Bus nya di jual
PO Mitra Dewan, Kab. Bandung (5 driver) PHK dan Bus nya dijual
PO CS Trans, Kab Bandung (6 driver) dirumahkan
PO Gunung Madu, Kab Bandung (7 driver) dirumahkan
PO City Trans Utama (150 driver) Kota Bandung, dirumahkan
PO Jaya Mandiri (5 driver) Kab. Bandung, dirumahkan
PO Star Holiday (4 driver) Kota Bandung, dirumahkan
PO Jackal Holiday (20 driver), Kota Bandung, dirumahkan
PO Surya Putra (10 driver), Kota Bandung, dirumahkan
PO DMH Trans (10 driver) Kab. Bandung, dirumahkan
PO Gracias (9 driver) Kota Bandung, dirumahkan
PO Harum Prima (6 driver) Kota Bandung, dirumahkan
PO Karang Mulya (12 driver) Kota Bandung, PHK
PO Dhemobilindo (5 driver), Kab. Bandung, dirumahkan
PO Yenneke Trans (4 driver) Kab. Bandung, dirumahkan
PO Safana Holiday (6 driver), Kab. Bandung, dirumahkan
PO Jayalangit (8 driver) Kota Bandung, dirumahkan
PO QQ Trans (5 driver) Kab. Bandung, dirumahkan
PO DEM Holiday (4 driver) Kota Bandung, dirumahkan
PO Megatrans Holiday (5 driver) Kota Bandung, dirumahkan
PO Marjaya Trans (5 driver), Kota Bandung, dirumahkan
PO Trijaya Trans (4 driver) Kota Bandung, dirumahkan
PO Gardena Trans (4 driver) Kota Bandung, dirumahkan
PO DRW Trans (5 driver) Kab Bandung, dirumahkan. [Data P3JB)







