Porosmedia.com, Bandung – Koordinator Solidaritas Pekerja Pelaku Pariwisata Jawa Barat (SP3JB), Herdis Subarja, menyoroti keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melakukan kunjungan dinas ke Provinsi Sumatera Barat pada saat wilayah tersebut dilanda banjir bandang.
Herdis menegaskan bahwa secara aturan, kepala daerah memang memiliki kewenangan untuk melakukan kunjungan dinas ke luar provinsi. Namun, ia menilai keputusan tersebut tidak sensitif terhadap situasi di Jawa Barat, yang pada pekan ini tengah berada dalam kondisi siaga penuh menghadapi bencana alam.
Dalam tiga hari terakhir, banjir besar melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, seperti Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, serta beberapa titik lain. Ribuan warga terdampak, sebagian harus mengungsi dan kehilangan harta benda.
“Ketika rakyatnya sedang berjuang menghadapi banjir parah, justru Gubernur memilih kunjungan dinas ke daerah lain dengan alasan menyalurkan bantuan sosial,” ujar Herdis. Ia menilai langkah tersebut menimbulkan kesan bahwa penderitaan masyarakat Jabar tidak ditempatkan sebagai prioritas utama.
Herdis juga menyoroti bahwa publik kerap melihat aktivitas luar daerah Gubernur Mulyadi sebagai sesuatu yang mudah viral, sehingga muncul persepsi bahwa aspek pencitraan lebih menonjol dibandingkan empati terhadap warga yang terdampak bencana di daerahnya sendiri.
Lebih jauh, Herdis menilai bahwa bencana kebijakan di Jawa Barat belum memperoleh solusi memadai. Para pekerja dan pelaku usaha pariwisata di Jawa Barat, menurutnya, masih menanggung dampak berat dari kebijakan yang diberlakukan pemerintah provinsi sebelumnya.
“Jeritan para pekerja pariwisata makin hari makin keras terdengar. Banyak yang kehilangan mata pencaharian dan hingga saat ini belum ada formulasi penanganan yang betul-betul dirasakan langsung,” tegas Herdis.
Atas dasar itu, Herdis meminta pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri memberikan perhatian serius serta menegur sikap dan prioritas Gubernur Jawa Barat agar lebih fokus terhadap persoalan warganya.
Bahkan, Herdis juga meminta Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, untuk memberikan peringatan keras kepada Gubernur Mulyadi. Menurut Herdis, pemimpin daerah semestinya hadir di tengah rakyat ketika mereka sedang tertimpa musibah—baik bencana alam maupun dampak kebijakan.
“Kami berharap masyarakat Jawa Barat semakin membuka mata dan hati dengan melihat bagaimana pemimpinnya bersikap dalam situasi kritis seperti ini,” kata Herdis menutup pernyataannya, di reales yang diterima redaksi, Sabtu, 6 November 2025.







