Porosmedia.com, Bandung – Upaya menggugah kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pelbagai media kreatif. Di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, tembok tanggul Sungai Cironggeng sepanjang kurang lebih 35 meter kini tampil beda dan lebih hidup berkat sentuhan seni mural tematik.
Mural yang memadukan semangat kecintaan terhadap klub sepak bola Persib Bandung dan pesan-pesan edukasi lingkungan tersebut merupakan karya Bobbi Jaelani (40)—yang akrab disapa Mang Bob—bersama rekannya, Agus Baso (30). Pengerjaan mural berukuran tinggi 1,5 meter itu dilakukan di halaman kediaman tokoh lingkungan Jawa Barat, Eka Santosa.
Edukasi Ekologi Lewat Seni Visual
Mantan Ketua DPRD Jawa Barat periode 1999–2004, Eka Santosa, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kreatif yang digagas oleh Mang Bob bersama putrinya, A. Diawati Sejati (Jati). Menurut Eka, kehadiran mural tersebut mampu memberikan nilai tambah estetis sekaligus menyampaikan pesan moral yang kuat bagi warga sekitar.
”Saya terkesan dengan karya Mang Bob yang lahir dari diskusi intensif bersama anak saya, Jati. Bertahun-tahun tembok tanggul sungai ini tampak biasa saja, namun kini berubah menjadi lebih edukatif dan estetis. Saya berharap filosofi Sunda ‘Indung Langit, Bapa Bumi’ yang diusung dalam pesan mural ini semakin menggema di Kompleks Arcamanik Endah,” ujar Eka di kediamannya, Rabu malam (29/7/2026).
Mang Bob, seniman mural lulusan ISBI Bandung dan UNIKOM yang juga aktif di Creative Division Viking Persib Club, menjelaskan bahwa pengerjaan mural relatif berjalan lancar berkat dukungan cuaca musim kemarau.
”Tema mural ini lahir dari hasil diskusi dan improvisasi bersama Teh Jati serta masukan dari Pak Eka Santosa mengenai isu-isu lingkungan yang krusial untuk dipahami generasi muda,” kata Mang Bob.
Apresiasi Pengurus Wilayah dan Tren Mural
Dukungan terhadap pembenahan lingkungan melalui seni mural ini turut mendapat sambutan positif dari Ketua RW 02 Kelurahan Cisaranten Endah, Novianto. Ia mengapresiasi peran aktif keluarga Eka Santosa dalam mempercantik kawasan pemukiman warga.
”Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepedulian keluarga Pak Eka Santosa terhadap lingkungan wilayah kami. Kiranya gerakan penataan lingkungan seperti ini terus berlanjut,” ungkap Novianto.
Lebih lanjut, Mang Bob menilai media mural kini semakin diminati masyarakat sebagai sarana penyampaian pesan publik dibandingkan media cetak berbahan vinyl yang kurang ramah lingkungan dan rentan rusak akibat cuaca.
”Semoga keberadaan mural ini tidak sekadar menjadi hiasan visual, tetapi mampu membangkitkan kesadaran warga kompleks untuk lebih peduli lingkungan, mulai dari memilah sampah hingga menjaga kebersihan aliran sungai,” pungkasnya.
Usai merampungkan sentuhan akhir di Arcamanik, tim seniman mural tersebut dijadwalkan melanjutkan agenda pembuatan karya mural serupa di wilayah hukum Polres Banjar, Kota Banjar. (Red)







