Soroti Tata Kelola Jabar, KKJB Ingatkan Pentingnya Nilai Gemah Ripah Repeh Rapih

Anomali Politik Jabar hingga Usul Aher Masuk Kabinet

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Kaukus Ketokohan Jawa Barat (KKJB) menggelar saresehan strategis guna membedah arah pembangunan Jawa Barat yang kini dihuni hampir 50 juta jiwa. Forum yang berlangsung di Aula Pikiran Rakyat, Kota Bandung, Rabu (19/8/2026) ini menyoroti berbagai persoalan mendasar, mulai dari ketimpangan perhatian pemerintah pusat, dinamika kepemimpinan daerah, hingga usulan figur asal Jabar di tingkat nasional.

​Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Provinsi Jawa Barat dan HUT ke-81 RI tersebut dihadiri puluhan tokoh dari lintas profesi, organisasi, serta akademisi.

​Ketua KKJB, Eka Santosa, menegaskan bahwa ledakan populasi di 27 kabupaten/kota menuntut kejelasan arah kebijakan dari pemangku kebijakan. Ia menyoroti nilai filosofis Gemah Ripah Repeh Rapih yang dinilai kerap bergeser dari pemaknaan aslinya.

​”Hendak dibawa ke mana jumlah penduduk yang besar ini dengan segala permasalahan dan tuntutannya? Forum ini hadir sebagai wadah kejujuran untuk merumuskan rekomendasi konkret demi perbaikan Jawa Barat,” ujar Eka di hadapan peserta.

Soroti Anomali Kepemimpinan dan Kesenjangan Pusat-Daerah

Baca juga:  Pemkot Bandung Permudah Perizinan Event: Dongkrak PAD dan Gairahkan Wisata Kota

​Dalam evaluasi sejarah kepemimpinan daerah dari era Orde Lama hingga Reformasi, KKJB menilai Jawa Barat sering mengalami anomali politik, di mana kekuatan politik di ranah eksekutif dan legislatif jarang berjalan seirama.

​Di sisi lain, dengan jumlah pemilih potensial mencapai 35 juta jiwa serta peran vitalnya sebagai daerah penyangga ibu kota, Jabar dinilai belum mendapatkan porsi perhatian yang proporsional dari pemerintah pusat.

​Atas dasar itu, KKJB mendorong agar tradisi penempatan figur asal Jabar di level pemerintahan nasional dihidupkan kembali. KKJB secara resmi mengusulkan Gubernur Jabar periode 2008–2018 yang kini menjabat anggota DPR RI, Ahmad Heryawan (Aher), untuk dipertimbangkan sebagai pembantu Presiden.

Tipologi Kepemimpinan dan Otokritik Tatakelola

​Sesi diskusi panel juga menyoroti pergeseran karakter kepemimpinan di Jawa Barat. Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani, Arlan Siddha, memetakan tiga corak kepemimpinan figur Jabar: Ahmad Heryawan dengan pendekatan intelektualitas, Ridwan Kamil berbasis teknokratis, dan Dedi Mulyadi yang mengedepankan pendekatan budaya/kesundaan.

​Dinamika diskusi semakin tajam saat para peserta dan akademisi menyoroti gaya tata kelola kepemimpinan daerah saat ini. Berdasarkan analisis sosiologi kepemimpinan, akademisi Universitas Padjadjaran, Dr. Affan Sulaeman, M.A., menggarisbawahi tantangan dalam gaya kepemimpinan berjalan yang dinilainya masih didominasi oleh pendekatan terpusat (one man show).

Baca juga:  Eka Santosa Soroti Prosedur KPK Terkait Kasus Ono Surono: Jangan Sampai Jadi Alat Tekanan Politik

​Saresehan yang dipandu mantan pimpinan DPRD Jabar Komarudin Taher ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya mantan Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, aktivis budaya Dadang Hermawan (Mang Utun), Ketua Umum DPP Kujang Sang Prabu Bebeng D. Suryana, serta Direktur PT Pikiran Rakyat Bandung Tia Yuniarti.

​Rekomendasi hasil perumusan saresehan KKJB ini rencananya akan diserahkan kepada pihak-pihak terkait sebagai masukan kritis pembangunan Jawa Barat ke depan. (HS/RDH/PM)