Optimalkan Persiapan Peparda VII 2026, NPCI Kota Bandung Gencarkan Monev ke Berbagai Cabor

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung, Yadi Sofyan, didampingi Manejer Blind Judo Peparda VII 2026, Zulkarnaen (Bang Joel), terus memantau kesiapan para atlet menjelang helatan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII. Hingga saat ini, kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) telah dilakukan pada 10 dari total 17 cabang olahraga (cabor) yang diproyeksikan bertanding.

​Dalam peninjauannya, Yadi mengapresiasi dedikasi para atlet dan pelatih yang tetap menunjukkan semangat tinggi di tengah keterbatasan anggaran operasional.

​”Meski berada dalam situasi efisiensi anggaran yang cukup minim, semangat para atlet tetap luar biasa. Kami terus memotivasi mereka agar tetap optimistis memberikan hasil terbaik demi membawa nama harum Kota Bandung,” ujar Yadi saat ditemui di sela kegiatan monev.

​Yadi menjelaskan, kondisi alokasi anggaran Peparda kali ini memang dinilai terbatas jika dibandingkan dengan ajang serupa sebelumnya. Namun demikian, pihak pengurus memahami bahwa keterbatasan tersebut dipengaruhi oleh kondisi keuangan daerah. Ia menegaskan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Wali Kota Bandung, Dispora, hingga DPRD Kota Bandung, pada dasarnya memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap keberlangsungan kontingen NPCI Kota Bandung.

Baca juga:  Didukung Dokter Spesialis dan Tenaga Fissioterapis yang Kompeten dan Tersertifikasi

Edukasi Psikologis dan Pendekatan Empati

​Dampak dari dinamika keterbatasan anggaran diakui sempat memengaruhi aspek psikologis beberapa cabor. Menanggapi hal tersebut, Yadi yang juga memiliki latar belakang sebagai atlet disabilitas secara langsung memberikan pendekatan personal dan motivasi edukatif berdasarkan pengalamannya.

​”Sebagai mantan atlet, saya paham betul dinamika di lapangan. Olahraga prestasi membutuhkan proses dan pengorbanan awal sebelum meraih capaian tertinggi beserta apresiasi yang menyertainya. Pendekatan edukatif ini kami sampaikan agar para atlet tetap fokus pada performa dan target Juara Umum,” jelasnya.

​NPCI Kota Bandung juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah guna mengupayakan solusi terbaik terkait kesejahteraan atlet, termasuk mendorong skema pembiayaan alternatif seperti dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta.

Cabor Judo Tampilkan Diskusi Konstruktif

​Dari 10 cabor yang telah dikunjungi, kunjungan ke cabor Judo menjadi salah satu momen yang dinilai sangat positif. Diskusi interaktif dan kritis yang disampaikan para atlet Judo mencerminkan tingginya kepedulian mereka terhadap kesiapan tim.

Baca juga:  Sekda Kota Cimahi, Dikdik Berpesan Kepada 35 Kontingen Dikirim Dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2024 Jaga Sportivitas Yang Tinggi

​Manejer Blind Judo Peparda VII 2026, Zulkarnaen, menambahkan bahwa aspirasi kritis yang disampaikan oleh para atlet cabor Judo dipandang sebagai bentuk energi positif yang akan disalurkan secara maksimal saat pertandingan resmi dimulai kelak.

​Pihak NPCI Kota Bandung berkomitmen menuntaskan rangkaian kegiatan monev ke tujuh cabor tersisa dalam waktu dekat guna memastikan seluruh kontingen siap tampil optimal pada Peparda VII 2026.