Porosmedia.com, Bandung – Maraknya fenomena kejahatan siber berbasis manipulasi emosional atau yang dikenal sebagai love scamming memicu perhatian serius dari kalangan akademisi. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Universitas Telkom menggelar aksi nyata melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kelurahan Nyengseret, Kota Bandung, pada Rabu (24/06/2026).
Mengusung tema besar “Waspada Cinta di Dunia Maya: Edukasi dan Literasi Digital untuk Mencegah Penipuan Online”, kegiatan ini diinisiasi untuk memperkuat proteksi dini masyarakat terhadap berbagai modus penipuan di ruang siber.

Hadir sebagai narasumber utama dalam sosialisasi ini, Diah A. Esfandari, B.A., M.Si. (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Telkom) dan Nurlaila Indriani, S.H. (Perwakilan Komunitas RSC/WSC).
Mengupas Modus Kejahatan Siber di Ruang Personal
Dalam pemaparannya, Diah A. Esfandari mengupas tuntas anatomi penipuan digital yang kerap berseliweran di media sosial maupun aplikasi pesan instan. Ia menekankan pentingnya mengenali indikator awal manipulasi digital agar masyarakat tidak terjebak dalam skema penipuan.
”Masyarakat harus dibekali pemahaman protektif, mulai dari cara mengidentifikasi profil mencurigakan, pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, hingga langkah-langkah mitigasi taktis saat menghadapi indikasi kejahatan siber,” ujar Diah.
Pendampingan Hukum dan Psikologis bagi Korban
Sementara itu, Nurlaila Indriani memperkenalkan kiprah komunitas RSC (WSC) yang fokus pada wilayah edukasi, pencegahan, hingga advokasi. Nurlaila menggarisbawahi bahwa penanganan korban penipuan online memerlukan pendekatan yang holistik.
Komunitas ini tidak hanya bergerak pada tataran preventif, melainkan juga berkomitmen memberikan layanan social support berupa pendampingan emosional guna memulihkan dampak psikologis yang kerap dialami oleh para korban kejahatan siber.

Respons Adaptif dan Sinergi Kelembagaan
Agenda yang dikemas melalui pemaparan materi serta diskusi interaktif ini memantik antusiasme tinggi dari struktur kelembagaan lokal. Berbagai elemen warga Kelurahan Nyengseret hadir secara aktif, meliputi:Kader PKK dan Posyandu, Pengurus Karang Taruna dan Jajaran Ketua RT dan RW setempat
Dalam sesi tanya jawab, para peserta secara terbuka membagikan studi kasus dan pengalaman riil mengenai beragam modus penipuan yang beredar di lingkungan mereka untuk dibedah langsung oleh para pemateri.
Melalui sinergi strategis ini, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Universitas Telkom bersama komunitas RSC (WSC) berharap dapat menstimulus pembentukan ekosistem masyarakat yang lebih waspada, kritis, dan bijak dalam menavigasi media digital di era transformasi siber.
Keterangan Foto Unggulan : Bersama tim pengabdian masyarakat Fakultas Komunikasi & Ilmu Sosial Universitas
Telkom bersama peserta kegiatan “Waspada Cinta di Dunia Maya: Edukasi dan Literasi Digital
untuk Mencegah Penipuan Online” di Kelurahan Nyengseret, Rabu, 24 Juni 2026.







