UPI dan MGMP Sleman Kolaborasi Gelar Mentoring Guru Bahasa Inggris Berbasis Deep Learning di DIY

Dorong Implementasi SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas

Avatar photo

 

Porosmedia.com, Bandung/Yogyakarta – 14 Agustus 2025, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berhasil menyelenggarakan program “Mentoring Guru Bahasa Inggris Sekolah Menengah Pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Mengadaptasi Materi Berbasis Deep Learning.”

Kegiatan yang berlangsung sejak 10 Juni hingga 14 Agustus 2025 ini mencakup total 34 jam pelajaran dengan format kombinasi daring dan luring. Sesi tatap muka puncak berupa open lesson digelar di MTsN 9 Sleman. Program ini dipimpin oleh Dr. Iyen Nurlaelawati, M.Pd., serta didukung kerja sama dengan MGMP Bahasa Inggris MTs Kabupaten Sleman.

Tujuan dan Rangkaian Kegiatan

Program mentoring ini bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Inggris di tingkat Madrasah Tsanawiyah. Fokus utamanya adalah membantu guru mendesain ulang materi ajar sesuai prinsip Deep Learning, yaitu pembelajaran yang menumbuhkan pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan refleksi mendalam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi daring sinkronus pada 10 Juni 2025, yang membahas tiga topik utama:

Baca juga:  TNI Fair 2025 di Medan, Warga Padati Pameran Alutsista hingga Bazar Murah

Konsep Deep Learning oleh Ahmad Bukhori Muslim

Adaptasi materi English for Nusantara oleh Prof. Ika Lestari Damayanti, Ph.D. dan Lukman Hakim, M.Pd.

Pengembangan rancangan pembelajaran oleh Dr. Iyen Nurlaelawati, M.Pd. dan Ari Arifin Danuwijaya, Ph.D.

Setelah itu, peserta melanjutkan penyusunan RPP secara asinkronus yang kemudian mendapat umpan balik pada sesi berikutnya. Kegiatan ditutup dengan open lesson pada 14 Agustus 2025, di mana dua guru menampilkan penerapan nyata materi berbasis Deep Learning.

Dukungan dan Apresiasi

Kepala MTsN 9 Sleman, Siti Juwariyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa pelatihan guru melalui MGMP sangat penting karena mempertemukan para pendidik dalam satu bidang yang sama untuk saling berbagi pengalaman.

Sementara itu, Drs. H. Tulus Dumadi, M.A., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, hadir membuka kegiatan open lesson secara resmi.

Perwakilan MGMP Sleman, Atik Yuliana, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan praktik di sekolah. Menurutnya, mentoring ini membantu menjembatani kesenjangan antara kurikulum nasional dengan pedagogi berbasis refleksi serta partisipasi aktif siswa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan melalui jejaring komunitas belajar antar guru.

Baca juga:  Bukalapak Tutup Layanan Marketplace, Beralih ke Era Digital dengan Fokus pada Produk Virtual

Kontribusi pada SDGs

Program ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya target 4.C yang berfokus pada peningkatan kualifikasi dan kapasitas profesional guru.

Menurut Dr. Iyen, pelatihan ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga mendorong guru untuk mengembangkan kesadaran kritis terhadap metode pengajaran dan evaluasi pembelajaran.

“Inilah kontribusi nyata dunia akademik dalam memperkuat pendidikan nasional secara sistemik, selaras dengan kerangka pembangunan global,” ujarnya.