Porosmedia.com, Denpasar – Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menekankan pentingnya peran strategis Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar dalam berkontribusi nyata terhadap pembangunan wilayah. Hal tersebut disampaikan dalam arahannya kepada jajaran pegawai di Kantor BPPMT Denpasar, Seminyak, Badung, Minggu (5/4/2026).
Viva Yoga mendorong agar BPPMT Denpasar aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk lembaga pendidikan tinggi.
”Program kerja dari Balai diharapkan dapat dikerjasamakan dengan pihak lain, seperti Universitas Udayana maupun lembaga terkait lainnya, guna mengoptimalkan dampak pembangunan di wilayah,” ujar Viva Yoga.
Dalam arahannya, Wamen Transmigrasi menyoroti keberhasilan sejumlah balai transmigrasi di daerah lain, seperti Pekanbaru, Yogyakarta, dan Banjarmasin, yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan. Sebagai contoh, BPPMT Pekanbaru di Provinsi Riau sukses mengelola berbagai demplot pertanian dan perikanan, termasuk komoditas nanas.
”Melalui pemberdayaan petani di berbagai kabupaten, Balai Transmigrasi Pekanbaru berhasil memperkuat posisi Riau sebagai sentra nanas nasional,” jelasnya.
BPPMT Denpasar diakui memiliki fungsi yang sangat strategis mengingat banyaknya kawasan transmigrasi yang dihuni oleh warga asal Bali. Viva Yoga, yang juga merupakan alumni Universitas Udayana, mencatat keberadaan “Kampung Bali” di berbagai lokasi transmigrasi sebagai bukti keberhasilan adaptasi dan akulturasi.
Ia mencontohkan pengalamannya saat berkunjung ke Kabupaten Mesuji, Lampung, di mana suasana kawasan transmigrasi sangat kental dengan budaya Bali, lengkap dengan keberadaan pura sebagai tempat ibadah umat Hindu.
”Transmigran asal Bali dikenal memiliki ketekunan, keuletan, dan kesabaran yang luar biasa dalam mengelola lahan. Karakter inilah yang membawa kesuksesan bagi generasi penerus mereka, mulai dari menjadi pengusaha, anggota DPR RI, Wakil Gubernur, hingga menjabat sebagai Plt Bupati,” tambahnya.
Terkait tata kelola internal, Viva Yoga menegaskan komitmen Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dalam menerapkan merit system. Sistem ini dirancang untuk memastikan birokrasi yang transparan, objektif, terukur, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
”Penerapan sistem ini membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh pegawai untuk menata karier secara adil. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Kementrans fokus pada terciptanya sistem yang efisien dan efektif melalui budaya organisasi yang menstimulus kinerja,” tegas Viva Yoga.
Langkah efisiensi juga dilakukan dalam pembangunan kawasan transmigrasi melalui sinergi lintas sektoral. Salah satu model yang dikedepankan adalah pembangunan Kawasan Transmigrasi Barelang yang melibatkan kemitraan dengan KKP, BP Batam, Kementerian PU, serta lembaga terkait lainnya untuk memastikan pembangunan wilayah perbatasan tersebut berjalan optimal.







