Unpad Berduka: Mengenang Dedikasi Prof. Firman Fuad Wirakusumah bagi Dunia Kedokteran

Avatar photo

Porosmedia.com, Jatinangor – Civitas Akademika Universitas Padjadjaran (Unpad) menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaiknya, Prof. Dr. dr. Firman Fuad Wirakusumah, Sp.OG, Subsp-KFm. Tokoh pendidik dan pakar kedokteran tersebut meninggal dunia pada usia 78 tahun di Bandung, Senin (9/3/2026).

​Almarhum, yang merupakan Guru Besar Emeritus Fakultas Kedokteran (FK) Unpad, dikenal memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang, termasuk saat menjabat sebagai Dekan FK Unpad periode 2000–2006.

​Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyampaikan penghormatan terakhir dalam prosesi pelepasan di Masjid Al Jihad, Jalan Dipati Ukur, Bandung. Menurutnya, almarhum bukan sekadar pendidik, melainkan pejuang pendidikan kedokteran yang meninggalkan warisan pemikiran besar bagi generasi penerus.

​”Atas nama Universitas Padjadjaran, kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Prof. Firman telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Unpad, khususnya dalam pengembangan ilmu kedokteran,” ujar Prof. Arief.

Lahir di Ciamis pada 15 Januari 1948, Prof. Firman menuntaskan pendidikan dokter di Unpad pada 1974, sebelum mendalami spesialisasi Obstetri dan Ginekologi (Obgin) di institusi yang sama. Kapasitas intelektualnya semakin diakui setelah meraih gelar Doktor (S-3) dari Rijksuniversiteit Leiden, Belanda, pada 1990.

Baca juga:  Regulasi Bukan Pajangan: Saat PDAM Tirtawening Gagal Mengalirkan Kinerja

​Selain di dunia akademik, almarhum aktif memperkuat tata kelola profesi kedokteran melalui berbagai organisasi strategis, di antaranya:

​Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI).

​Ketua Komisi Etik Pendidikan Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

​Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat.

​Pengurus Perkumpulan Hukum Kesehatan Indonesia (Perhuki) Bandung.

​Dedikasi almarhum juga diakui oleh negara melalui penghargaan Satyalancana Karya Satya XXX (2011) serta Anugerah Satya Karya Bhakti Maha Guru Unpad (2014).

​Setelah prosesi salat jenazah yang dihadiri oleh kerabat, kolega, dan para sejawat, almarhum dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

​Prof. Firman Fuad Wirakusumah meninggalkan seorang istri, Mieke Hemiawati Satari, dan empat orang anak. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia medis Indonesia, namun semangat dan nilai-nilai etika profesi yang ia tanamkan akan tetap menjadi rujukan bagi insan kesehatan di tanah air.