Porosmedia.com, Bandung – Semangat Kota Bandung untuk kembali menjadi juara umum di ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026 kian menggelora. Sebanyak 200 atlet disabilitas resmi dikukuhkan oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang disaksikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga H. Sigit Iskandar, S.IP., M.M. dalam acara di GOR Pajajaran, Selasa 26 Agustus 2025
Pengukuhan tersebut sekaligus menandai peresmian Sentra Pembinaan Olahraga Disabilitas (SPOD) Pelatcab NPCI Kota Bandung, yang melibatkan 16 koordinator, 84 pelatih, dan ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga.
Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sopiyan, menegaskan bahwa target utama adalah mengembalikan supremasi Kota Bandung sebagai juara umum. Sejak Peparda I hingga IV, Bandung selalu menjadi penguasa klasemen. Namun, pada Peparda V turun ke peringkat dua, dan Peparda VI di Kabupaten Bekasi harus puas di posisi tiga.
“Sekarang, Insyaallah, dengan persiapan lebih matang, kami bertekad kuat untuk merebut kembali juara umum,” tegas Yadi.
Lebih mendalam Yadi Sopian yang didampingi Djumono Selaku Sekretaris NPCI Kota Bandung menjelaskan persiapan telah dimulai sejak Juni 2025 dengan melibatkan 300 atlet. Dari jumlah tersebut, seleksi akhir tahun akan menghasilkan 200 atlet inti yang dibina intensif selama 10 bulan di tahun 2026. NPCI juga berencana menambah jumlah atlet binaan hingga 400 orang, lengkap dengan dukungan fasilitas, vitamin, serta sarana latihan.
“Kami tidak ingin pengulangan kesalahan teknis maupun non-teknis seperti di Peparda 2022. Semua aspek, baik koordinasi dengan panitia maupun adaptasi dengan venue di Indramayu, akan kami siapkan sebaik mungkin,” jelasnya.
Senada dikatakan rasa semangat dari Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menekankan bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga semangat kebersamaan dan kebanggaan, termasuk bagi saudara-saudara disabilitas.
“Pembinaan atlet disabilitas adalah bagian dari komitmen Kota Bandung sebagai kota ramah, inklusif, dan adil bagi semua warga. Ini bukan sekadar pengukuhan, melainkan langkah awal dari perjalanan panjang menuju prestasi dunia,” ujarnya.
Erwin optimistis, dengan dukungan serius dari pemerintah dan masyarakat, para atlet NPCI Bandung mampu mengharumkan nama kota bahkan hingga level internasional.
Selain pembinaan fisik, ikut menanggapi Djumono yang mengingatkan pentingnya mengantisipasi persoalan non-teknis yang kerap mengganggu pencapaian prestasi.
“Non-teknis bisa menjadi faktor penghambat, bahkan kadang lebih menentukan dibanding kesiapan teknis. Karena itu, koordinasi dengan NPCI Jawa Barat dan Dispora Jabar harus diperkuat sejak awal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan prestasi tidak datang secara instan. Kemenangan harus lahir dari proses panjang di setiap kota dan kabupaten, bukan hanya mengandalkan instansi provinsi.
“Inilah semangat yang sejalan dengan tagline Pak Wali Kota, ‘Wani Jenggelutna’. Artinya, kita harus siap bertarung dengan strategi yang matang agar juara umum bisa kembali diraih,” tegas Djumono menambahkan pernyataan Ketua NPCI
Lanjutnya, NPCI Kota Bandung bukan hanya fokus pada Peparda, melainkan juga konsisten menyumbangkan atlet ke ajang nasional dan internasional.
“Tercatat ada 10–15 atlet asal Kota Bandung yang memperkuat Merah Putih di ASEAN Para Games di Thailand. Ini bukti bahwa pembinaan di Bandung berkelanjutan hingga Peparnas 2028,” ungkap Djumono yang direstui Yadi.
Dengan persiapan yang lebih sistematis, pembinaan jangka panjang, dukungan penuh pemerintah, serta semangat pantang menyerah, Kota Bandung menatap Peparda VII Jawa Barat 2026 dengan optimisme tinggi.
Seperti pekikan Bung Karno, “Mari Bung Rebut Kembali!”, Kota Bandung siap membuktikan diri untuk kembali berdiri di puncak podium juara umum.
Foto : Diskominfo Kota Bandung







