Porosmedia.com, Bandung – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran (Unpad) menguji coba inovasi sediaan medis modern berbasis Smart Bilayer Hydrogel. Pembalut luka cerdas (smart wound dressing) ini dirancang untuk membantu mendeteksi indikasi infeksi secara visual sekaligus mendukung proses penyembuhan luka kronis pada penderita ulkus diabetikum.
Riset tersebut diketuai oleh Muh. Bintang Putra Utama Ladwan dengan bimbingan dosen pendamping Prof. Dr. Tati Herlina, M.Si. Pengembangan hidrogel ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko komplikasi amputasi pada penderita ulkus diabetikum yang dipicu oleh infeksi bakteri pembentuk biofilm.
Bintang menjelaskan bahwa sediaan hidrogel ini mengusung konsep zero-waste sekuensial dengan memanfaatkan sisa kulit buah naga lokal. Matriks hidrogel berbasis pektin dikombinasikan dengan ekstrak betasianin dari sisa kulit buah naga merah, serta ekstrak antosianin dari kubis merah yang berfungsi sebagai agen sensor.
”Sediaan ini memiliki struktur dua lapisan (bilayer). Lapisan atas memanfaatkan sifat halokromik antosianin kubis merah yang sensitif terhadap perubahan pH luka sebagai indikator visual respons infeksi. Sementara itu, lapisan bawah dirancang untuk menjalankan fungsi terapi antimikroba,” ujar Bintang.
Mekanisme kerja hidrogel ini mengandalkan sistem pH-triggered burst release. Saat terjadi infeksi pada luka, pH lingkungan luka bergeser menjadi basa (sekitar pH 8,0). Kondisi tersebut memicu deprotonasi gugus karboksilat pada matriks pektin, sehingga rantai polimer hidrogel merenggang dan melepaskan senyawa betasianin guna mereduksi biofilm bakteri.
Riset ini telah melalui serangkaian pengujian laboratorium, mencakup karakterisasi Fourier-Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray Diffraction (XRD), serta analisis secara in silico, in vitro, dan ex vivo.
”Harapan kami, riset ini dapat berlanjut hingga tahap pengembangan produk pembalut luka cerdas karya anak bangsa yang bermanfaat dalam meminimalkan risiko amputasi serta meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes di Indonesia,” tutur Bintang.







