NPCI Kota Bandung Raih Juara Umum II Kejurnas Menembak 2026 di Jakarta

Avatar photo

Porosmedia.com, Jakarta – Tim menembak National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung mencatatkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak 2026 yang berlangsung di Pusrehab Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada 5–6 Agustus 2026. Kontingen Kota Bandung berhasil memboyong total 6 medali, terdiri dari 3 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

​Capaian tersebut mengantarkan Tim Menembak NPCI Kota Bandung mengukuhkan posisi sebagai Juara Umum Pertama di tingkat Jawa Barat, sekaligus menduduki peringkat Juara Umum Kedua secara nasional.

​Pelatih Kepala Menembak NPCI Kota Bandung, Fery Eryandi, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekapitulasi akhir perolehan medali, posisi Kota Bandung di tingkat nasional berada di bawah Provinsi Kalimantan Selatan dan unggul atas DKI Jakarta.

​”Hasil akhir rekapitulasi menempatkan Kota Bandung di posisi kedua nasional, hanya selisih dua medali perak dari Kalimantan Selatan yang meraih 3 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Sedangkan posisi ketiga diraih DKI Jakarta dengan 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu,” ujar Fery saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).

​Sementara di tingkat regional Jawa Barat, NPCI Kota Bandung tampil sebagai juara umum dengan mengungguli tim menembak NPCI Kabupaten Bogor di posisi kedua dan NPCI Kota Bogor di urutan ketiga.

Baca juga:  Mengikis Stigma Publik demi Solidaritas dan Prestasi NPCI Kota Bandung

Rincian Perolehan Medali

​Tiga medali emas Kota Bandung disumbangkan oleh:

  • Sunjaya pada nomor R1 (10m Air Rifle Standing SH1 Men) dengan raihan skor 582,2.
  • Rohani yang sukses menyapu bersih 2 medali emas masing-masing pada nomor R2 (10m Air Rifle Standing SH1 Women) dengan skor 598,6 dan nomor R3 (10m Air Rifle Prone SH1 Women) dengan skor 118,9.

​Satu medali perak diraih oleh atlet pendatang baru:

  • Linda Indryani pada nomor R1 (10m Air Rifle Standing SH1 Women) dengan skor 534,0.

​Dua medali perunggu berhasil diamankan oleh:

  • Kafilah Azwin pada nomor R3 (10m Air Rifle Prone SH1 Men) dengan skor 612,5.
  • Santi Rahmawati pada nomor R3 (10m Air Rifle Prone SH1 Women) dengan skor 586,3.

Fokus Evaluasi Menuju Peparda

​Fery Eryandi—yang didampingi jajaran pelatih Katarina Vieri dan Aris Munandar—menegaskan bahwa jajaran pelatih akan segera melakukan evaluasi menyeluruh sekembalinya tim ke Bandung. Langkah ini diambil untuk terus mematangkan aspek teknis maupun mental para atlet.

Baca juga:  Aksi Sigap Tanggap Personel Satgas Yonif 122/TS Evakuasi Mayat Perempuan di Gubuk Pinggir Sungai

​”Alhamdulillah, para atlet menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan. Namun, hasil ini langsung kami evaluasi begitu sampai di Bandung. Aspek teknis dan mental masih harus terus dipoles, sehingga atlet diingatkan untuk tidak cepat berpuas diri,” tegas Fery.

​Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, beserta jajaran pengurus yang memantau langsung jalannya kompetisi.

​Turut memantau langsung di lokasi, di antaranya Wakil Ketua Dadan Nuryana, Bendahara Umum Endang Rohmana, jajaran Pembinaan Prestasi (Binpres) Cepi Gunawan dan Taufik Hidayat, serta Humas Bang Joel.

​Ditemui terpisah, Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengapresiasi kerja keras para atlet dan pelatih. Ia mengingatkan seluruh kontingen agar tetap fokus dan memperintensif latihan guna menghadapi ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) mendatang.

​”Saya minta para atlet jangan cepat puas. Tetap giat berlatih mumpung masih ada waktu menjelang Peparda, mengingat daerah lain pasti juga meningkatkan porsi latihan mereka. Target kita di Peparda nanti adalah menambah perolehan medali emas untuk Kota Bandung,” pungkas Yadi. (*)

Baca juga:  APAK Jabar Ungkap Indikasi Dugaan Gratifikasi dan Pengondisian Tender PJU: “Nama Gubernur Diduga Dijual Oknum Tertentu”