Porosmedia.com, Bandung – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Jawa Barat resmi memulai babak baru. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Kota Bandung pada Senin (15/6), Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si. terpilih secara sah untuk memimpin HKTI Jawa Barat masa bakti 2026–2031.
Nakhoda baru ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan petani, membuka jaringan pasar yang lebih luas, serta mengakselerasi modernisasi sektor pertanian di wilayah Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional.
Tiga Program Cepat: Tani Sejahtera, Cerdas, dan Berkelanjutan
Dalam pidato pertamanya pasca-terpilih, Buky Wibawa menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas menghadapi tantangan dinamis di sektor pertanian saat ini. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Barat ini mengumumkan tiga program kerja cepat yang akan menjadi pilar utama kepengurusannya.
Tani Sejahtera: Program ini difokuskan pada pengawalan ketersediaan pupuk, stabilitas harga, serta penguatan akses pasar guna memastikan petani mendapatkan keuntungan yang proporsional dan layak.
Tani Cerdas: Mengusung misi digitalisasi, program ini bertujuan mengedukasi petani di Jawa Barat agar cakap memanfaatkan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan pemasaran hasil panen secara efektif.
Tani Berkelanjutan: Program yang berorientasi pada perlindungan lahan pertanian produktif sekaligus menumbuhkan minat generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian.
”Kita harus menjaga lahan pertanian dan menarik minat anak muda ke sawah. Bertani harus ditransformasikan menjadi profesi yang keren, modern, dan membanggakan,” ujar Buky optimis.
Bersandar pada Kearifan Lokal Sunda
Lebih lanjut, Buky mengajak seluruh elemen pengurus untuk mengimplementasikan nilai kearifan lokal dalam menjalankan roda organisasi. Ia menekankan pentingnya prinsip Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh.
”Melalui nilai luhur ini, kita saling berbagi ilmu (silih asah), saling menyayangi sesama (silih asih), dan membimbing para petani kecil agar mereka bisa naik kelas serta lebih mandiri (silih asuh),” tuturnya.
Demi mewujudkan visi besar tersebut, Buky mengetuk pintu sinergi kepada seluruh jajaran pengurus, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. Ia meyakini, semangat gotong royong akan menjadi kunci utama dalam memajukan pertanian Jawa Barat.
Proses pemilihan Buky didampingi oleh tim formatur yang melibatkan keterwakilan dari DPC HKTI Kabupaten Subang, DPC HKTI Kabupaten Bogor, serta dua perwakilan dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI.
Dorongan Pusat: HKTI Harus Turun ke Sawah
Pelaksanaan Musda kali ini terbilang solid dengan dihadiri oleh keterwakilan dari 27 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Jawa Barat.
Ketua Harian I DPN HKTI, Bachtiar Utomo, mengapresiasi kekompakan tersebut. Ia berharap DPD HKTI Jawa Barat mampu menjelma menjadi organisasi yang kuat, nyata, dan memberikan dampak langsung secara inklusif.
”HKTI harus benar-benar eksis dan hadir di tengah masyarakat. Bukan sekadar aktif di atas kertas, melainkan harus turun langsung ke sawah bersama para petani,” tegas Bachtiar.
Bachtiar menilai Jawa Barat memegang peran geopolitik dan ekonomi yang sangat strategis. Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar sekaligus salah satu lumbung padi nasional, HKTI Jawa Barat diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di level nasional. (PM/Red/eko-sinartani.com)







