Porosmedia.com, Bandung – Estafet kepemimpinan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Jawa Barat secara resmi kembali dipercayakan kepada Epriyanto Kasmuri, S.T., M.T. Melalui mekanisme Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Gedung KONI Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026), Epriyanto berhasil unggul dalam kontestasi pemilihan ketua umum yang berjalan sangat kompetitif namun transparan.
Proses pemungutan suara berlangsung secara terbuka dengan dinamika yang tinggi. Dari total suara yang masuk, Epriyanto Kasmuri memperoleh 13 suara, unggul tipis dari rivalnya, Iman Firmansyah, yang mengantongi 12 suara.
Kemenangan ini mengukuhkan posisi Epriyanto untuk memimpin basket Jawa Barat pada periode 2026–2030. Hasil ini sekaligus menjadi jawaban atas polemik administratif yang sempat terjadi pasca-Musda Lembang pada Februari lalu. Pelaksanaan Musda kali ini dipandang sebagai solusi konstitusional untuk melegitimasi kepemimpinan organisasi di tingkat provinsi.
Meskipun sempat diwarnai isu “politik olahraga” dan dinamika internal antara Pengprov dengan pengurus pusat, pelaksanaan Musda di Gedung KONI ini dinilai berjalan sangat profesional.
Sejumlah saksi dan pewarta yang hadir mencatat bahwa panitia dari unsur KONI Jawa Barat serta perwakilan Pengurus Pusat (PP) PERBASI menunjukkan integritas tinggi. Proses pemilihan berjalan tanpa adanya intimidasi maupun tekanan terhadap para pemegang hak suara dari Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota.
”Pemilihan ini sangat terbuka dan betul-betul transparan. Panitia pelaksana menjalankan tugasnya secara profesional, memastikan setiap suara dari daerah dihargai tanpa adanya rekayasa,” ujar salah satu pengamat organisasi olahraga yang hadir di lokasi.
Epriyanto Kasmuri, yang dikenal sebagai pengusaha muda dengan latar belakang teknik, membawa visi keberlanjutan yang kuat. Sejak masa pencalonan, ia telah menunjukkan komitmen nyata, termasuk penyerahan dana mandiri sebesar Rp150 juta untuk menopang roda organisasi.
Beberapa program strategis yang menjadi prioritasnya dalam masa jabatan baru ini meliputi:
Target Emas PON 2028: Mempersiapkan skuad Jawa Barat secara sistematis untuk meraih podium tertinggi di NTB-NTT.
Pemerataan Kualitas Perangkat Pertandingan: Program lisensi wasit gratis bagi perwakilan tiap daerah untuk standardisasi kualitas kompetisi.
Kesejahteraan Atlet: Melanjutkan program beasiswa pendidikan dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para atlet dan pelatih.
Pasca-pemilihan, tantangan utama yang dihadapi adalah merangkul kembali seluruh elemen Pengcab untuk bersatu. Dukungan yang terbelah tipis (13 vs 12 suara) menunjukkan adanya aspirasi yang beragam di tingkat daerah.
Dengan berakhirnya Musda ini, komunitas basket Jawa Barat berharap polemik administratif dapat segera tuntas, sehingga fokus organisasi dapat kembali sepenuhnya pada pembinaan prestasi dan menjaga posisi Jawa Barat sebagai barometer bola basket nasional.







