Aksi Budaya Sunda, Kritik Pemerintah dengan Cara Beradab dan Berkesenian

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Sejumlah pelaku seni tradisi Sunda akan menggelar Aksi Budaya pada Jumat, 5 September 2025, di depan Gedung DPRD. Agenda ini digagas sebagai bentuk eksistensi masyarakat adat dalam mempertahankan jati diri bangsa sekaligus menyuarakan kritik terhadap situasi pemerintahan dengan cara yang beradab.

Dalam aksi ini akan ditampilkan beragam kesenian tradisi, seperti karinding, debus, silat, angklung, jaipong, dan pertunjukan lainnya. Para pelaku seni menegaskan bahwa aksi massa tidak selalu identik dengan kerusuhan atau anarkisme. Sebaliknya, kritik bisa disampaikan melalui ruang kebudayaan.

“Kami, pelaku seni tradisi, juga merupakan bagian dari elemen rakyat yang memiliki hak untuk mengkritisi jalannya pemerintahan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Namun, kritik itu kami sampaikan dengan cara yang beradab dan berkesenian,” ujar Panitia Aksi Dadang Hermawan Arthayuda, dalam reales yang disampaikan ke redaksi.

Kata Dadang, mereka menekankan bahwa masyarakat harus tetap menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang beradab, berbudaya, dan beragama. Panitia juga mengingatkan peserta aksi untuk tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak lingkungan, dan tidak terprovokasi oleh pihak mana pun.

Baca juga:  Perkuat Sinergitas, Polda Jabar dan Bakesbangpol Gelar “Ngariung Aman” Bersama Ormas se-Jawa Barat

Dengan mengusung semangat “ngalawan bari seuri, ngalawan ku seni”, aksi ini diharapkan menjadi bukti bahwa rakyat bisa menyampaikan aspirasi tanpa kehilangan nilai budaya yang luhur, pungkas Dadang Hermawan Arthayuda yang dikenal dengan Mang Utun.