Generasi Sehat, Bangsa Kuat: Komisi IV DPRD Kota Bandung Dorong Perubahan Paradigma Pelayanan Kesehatan

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Hak atas pelayanan kesehatan dasar dan akses informasi yang akurat menjadi pilar utama dalam pemenuhan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik Sonata Talkshow bertajuk “Merdeka Sehat, Indonesia Kuat: Kesehatan sebagai Pilar Kemerdekaan” yang diselenggarakan Diskominfo Kota Bandung bersama Sonata Kota Bandung, Rabu (19/8/2026).

​Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM., menyoroti pentingnya pergeseran fokus dari tindakan pengobatan (kuratif) menuju pencegahan penyakit (preventif) serta edukasi (promotif).

Redefinisikan Kemerdekaan Sehat

Menurut Agung, kemerdekaan dalam ranah publik modern harus diwujudkan melalui pemerataan akses dan penghilangan hambatan layanan medis. Kemerdekaan sehat mencakup:

  • Akses Layanan: Kebebasan masyarakat dari keterlambatan penanganan medis serta eliminasi stigma sosial.
  • Hak Informasi: Kepastian masyarakat memperoleh literasi medis yang valid dan akurat guna menghindari misinformasi.
  • Kualitas SDM: Penjaminan kesehatan warga sebagai fondasi utama produktivitas ekonomi, capaian pendidikan, dan daya saing daerah.

​”Keberadaan infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan optimal apabila kualitas kesehatan sumber daya manusianya terabaikan. Investasi pada sektor kesehatan berdampak langsung terhadap daya tahan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar legislator Komisi IV tersebut.

Baca juga:  Soni Daniswara Harap Kualitas Layanan Kesehatan di Kewilayahan Makin Meningkat

Dorong Tindakan Preventif dan Skrining Dini

Masyarakat diimbau tidak menjadikan ketiadaan gejala fisik sebagai satu-satunya tolok ukur kondisi tubuh. Potensi penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes sering kali berkembang tanpa gejala klinis awal yang nyata.

​Guna menekan risiko komplikasi medis, langkah-langkah efisien yang direkomendasikan meliputi:

  • Gaya Hidup Aktif: Rutin beraktivitas fisik, mengurangi perilaku sedentary (terlalu lama duduk), dan menjaga jam tidur.
  • Pola Konsumsi: Mengontrol asupan gula, garam, dan lemak (GGL) serta meningkatkan konsumsi serat dan protein.
  • Pemeriksaan Berkala: Memanfaatkan fasilitas skrining kesehatan secara rutin untuk deteksi dini.

Penguatan Peran Puskesmas dan Pengawasan Publik

Dalam struktur pelayanan kesehatan daerah, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memegang peranan kunci sebagai garda terdepan. Puskesmas didorong untuk menjalankan fungsi proaktif melalui program edukasi, imunisasi, dan pemantauan wilayah, bukan sekadar menunggu kunjungan pasien.

​Komisi IV DPRD Kota Bandung menegaskan fungsi pengawasannya terhadap standar pelayanan fasilitas kesehatan daerah. Masyarakat diimbau menyampaikan aspirasi serta keluhan objektif terkait mutu layanan medis di tingkat dasar guna bahan evaluasi kebijakan penataan fasilitas kesehatan Kota Bandung.