Porosmedia.com – Skema silsilah “Raja-Raja Pasundan” menyajikan rekonstruksi historis dan silsilah (genealogi) kepemimpinan di wilayah Sunda/Pasundan. Bagan ini memperlihatkan keterkaitan erat antara entitas politik besar masa lalu—mulai dari Kerajaan Sunda-Galuh, Pajajaran, Sumedang Larang, Cirebon, Banten, hingga Trah Cikundul Cianjur—yang saling terhubung melalui pernikahan politik dan penerusan takhta.
Berikut adalah uraian komprehensif mengenai struktur dan alur silsilah berdasarkan dokumen sejarah tersebut:
1. Fondasi Awal: Wangsa Tunggal dan Leluhur Utama
Garis keturunan utama berakar dari Wangsa Tunggal Prabu Siliwangi Galuh, yang bercabang ke beberapa trah utama penguasa Sunda:
- Trah Prabu Komara: Menurunkan Guru Aji Putih (Makam Babakan Cipeujeut) yang berputra P. Tajimalela (B. Tungtangbuana, Makam Gunung Lingga). Garis ini melahirkan Atm Braya / Gajah Agung (Makam Darmaraja) dan Wira Jaya / Sunan Pagulingan (Makam Ciguling).
- Trah Munding Wangi: Garis penerus Galuh yang mencakup tokoh-tokoh penting seperti P. Pamekas, Ciung Wanara, Lutung Kasarung, Lingga Hiyang, Lingga Wastu, P. Lingga Wesi, Cakrawati, Cakra Larang, hingga P. Angga Larang.
2. Puncak Kerajaan Sunda Pajajaran
Persatuan dan puncak kejayaan wilayah Sunda terwujud pada masa P. Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi Pajajaran, 1482–1521), hasil penyatuan lineage dari Susuk Tunggal Sunda dan P. Angga Larang.
Penerus takhta Sunda Pajajaran secara berurutan meliputi:
- Sura Wisesa (Jaya Perkasa, Dayeuh Luhur Sumedang)
- Dewata Buana
- Ratu Sakti
- Nila Kendra
- Raga Mulya (Surya Kencana)
3. Dinamika Sumedang Larang dan Integrasi Cirebon-Banten
Seiring dengan pergeseran peta politik di Jawa Barat, kepemimpinan bergeser ke Sumedang Larang:
- Pernikahan politik antara Sintawati (Nyimas Patuangan) dan Batara Sukawayana (Sunan Corenda) menghubungkan trah Pajajaran dengan trah Kerajaan Talaga dan Banten Girang.
- Pernikahan putri mereka, Pucuk Umum Sumedang (Makam Pasarean Gede), dengan Pangeran Santri (Putu Sarif Hidayat Cirebon / Sunan Gunung Jati) melahirkan P. Geusan Ulun (Angka Wijaya), Penguasa Dayeuh Luhur Sumedang.
4. Putra-Putra Prabu Geusan Ulun
Prabu Geusan Ulun memegang peran sentral dalam membagikan trah ke keturunan-keturunan besar di Tatar Sunda. Dari pernikahan beliau (termasuk dengan Ratu Harisbaya dan Cukang Gedeng Waru), lahir 15 putra-putri:
- Pangeran Rangga Gede (Makam Kp. Pandai Sumedang)
- R. Wira Raja
- Kiai Kadu Rangga Gede
- Kiai Rangga Patrakalasa
- Rangga Pati (Haur Kuning)
- R. Ngabening Watang
- Dimas Demang Cipaku
- R. Martayuda
- R. Wiratama
- Nitihanagara
- Nyimas Rangga Pamade
- Nyimas Dipatiukur (Bandung)
- R. Surya Diwangsa (Makam Lampoyangwangi / Bombar Jayakarta)
- P. Tumenggung Tegalkalung
- R. Demang Cipaku (Dayeuh Luhur)
5. Garis Keturunan Utama: Trah Rangga Gempoli & Trah Cikundul Cianjur
A. Suksesi Kepemimpinan Sumedang (Trah Rangga Gempoli)
Pangeran Rangga Gede menurunkan para penguasa bergelar Rangga Gempoli hingga generasi-generasi berikutnya di Pasarean Gede dan Gunung Puyuh:
- Rangga Gempoli I (Rangga Gede)
- Rangga Gempoli II (Rangga Baguswara)
- Rangga Gempoli III
- Dalem Adipati Tanumaja (Rangga Gempoli IV)
- Rangga Gempoli V (T. Karuhunan Pasarean Gede)
- Distri Raja Ningrat
- D. Suryanagara / R. Jamu P. Kornel
- Kasumayuda (Dalem Agung)
- R. Somanagara (P. Sugih)
- R. Sadeli (P. Mekah)
B. Trah Wira Tanu / Cikundul (Cianjur)
Bagan ini juga merekam secara spesifik garis keturunan yang membentuk Trah Cikundul Cianjur. Bermula dari pernikahan Cukang Gedeng Waru dengan garis Munding Sari Lentik II \rightarrow Pucuk Umum Banten Girang \rightarrow Darma Suci \rightarrow Talaga Manggung \rightarrow Simbar Kencana \rightarrow Wulang sari \rightarrow Sunan Wanaperih \rightarrow Wangsa Goparana (Sagala Agerang Subang).
Dari Wangsa Goparana lahir Wira Tanu Data (Cikundul Cianjur) yang kemudian menurunkan 14 putra-putri, antara lain:
- Wiratanudatar (Tarikolot)
- D. Martayuda (Cugenang Cianjur)
- D. Tirtayuda (Karawang)
- D. Wiramanggala (Cikondang)
- Natadimanggala (Bbk. Jati)
- Surya Diwangsa (Panombongan)
- NM. Kalontar
- NN. Karangan (Keramat Caringin)
- Nyimas Karangan
- Nyimas Karo
- Nyimas Jenggot
- R. Wirasajagat (Karawang)
- R. Suryakencana (Gunung Haruman Garut)
- Putri Endang Kencana (Gunung Ciromal)
Garis Wiratanudatar (Tarikolot) berlanjut secara berurutan hingga penguasa Cianjur berikutnya:
- Wira Tanu Data (Cikondre, Wft. 1726)
- Wira Tanu Sabarudin (Wft. 1761)
- Wira Tanu Datar Muhid (Wft. 1776)
- Wira Tanu Datar Noh (Wft. 1813)
- Wira Tanu Datar (Abas Garut, 1837–1871)
- Wira Tanu Datar Jenon (Wft. 1864–1918)
Catatan Historiografis
Dokumentasi silsilah ini menegaskan bahwa kepemimpinan tradisional di Sunda/Jawa Barat saling berkaitan erat melalui jejaring pernikahan dinasti. Pengarsipan silsilah ini memiliki nilai penting dalam menjaga historiografi lokal serta memahami akar genealogi para leluhur penguasa di Tatar Pasundan.







