Porosmedia.com, Medan – Penanganan kasus hukum di Polrestabes Medan kembali menjadi sorotan nasional. Kasus yang melibatkan seorang korban pencurian yang diduga ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan perlawanan terhadap pelaku maling, memicu reaksi keras dari praktisi hukum hingga pejabat negara.
Kritik Tajam Hotman Paris: “Logika Hukum Mana yang Dipakai?”
Advokat senior, Dr. Hotman Paris Hutapea, melalui akun resmi TikTok miliknya (@hotmanparis_911), menyampaikan keprihatinannya atas fenomena hukum yang dinilainya mencederai rasa keadilan. Hotman menyoroti nasib warga yang membela diri namun justru berakhir dengan status hukum sebagai tersangka.
”Kasus lagi di Medan, seorang korban maling memukul pelakunya, eh malah korbannya menjadi tersangka. Gimana sih, pusing gua. Di fakultas hukum tidak ada diajarkan seperti itu,” ujar Hotman dalam unggahannya yang viral pada Jumat (20/2/2026).
Hotman menekankan bahwa kasus seperti ini sangat membebani masyarakat kecil yang sedang mencari keadilan. Ia mempertanyakan dasar hukum penetapan tersangka tersebut yang dianggapnya tidak sejalan dengan akal sehat maupun teori hukum yang dipelajarinya.
Aduan Warga Sampai ke Telinga Seskab Letkol Teddy
Di tengah polemik tersebut, isu ini dikabarkan telah sampai ke meja Sekretariat Kabinet. Berdasarkan informasi yang beredar di platform media sosial (21/3/2026), Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya disebut telah menerima aduan warga terkait kasus tersebut saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Medan.
Sebuah unggahan viral menyebutkan bahwa Letkol Teddy berkomitmen untuk meneruskan aspirasi masyarakat mengenai ketidakadilan hukum ini langsung kepada Presiden. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan verifikasi lebih lanjut guna memastikan kronologi pertemuan dan pernyataan resmi terkait komitmen tersebut.
Kunjungan Kerja Presiden di Sumatera Utara dan Aceh
Kehadiran Letkol Teddy di Medan merupakan bagian dari agenda pendampingan Presiden Prabowo Subianto yang mendarat di Lanud Suwondo, Jumat sore (20/3/2026). Presiden dijadwalkan merayakan malam takbiran Idulfitri 1447 H di Sumatera Utara dan melaksanakan salat Idulfitri di Aceh Tamiang pada Sabtu (21/3/2026).
Dalam rombongan tersebut, tampak hadir sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, serta disambut oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
”Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatera Utara dan insyaallah akan salat Idul Fitri di Aceh besok pagi,” konfirmasi Letkol Teddy singkat kepada awak media saat berada di Lanud Suwondo.
Publik kini menanti langkah tegas dari pimpinan Polri, khususnya Polda Sumut dan Polrestabes Medan, untuk memberikan klarifikasi transparan atas penanganan kasus yang tengah menyita perhatian publik ini agar kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tetap terjaga. (***)







