Sengkarut Parkir RSHS: Jawaban ‘Sistem AI’ Humas Dinilai Tak Sebanding dengan Kerugian Publik

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Keluhan masyarakat terkait tarif parkir “langit” di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memasuki babak baru. Alih-alih memberikan solusi konkret atau janji pertemuan dengan pihak pengelola, Humas RSHS justru memberikan jawaban normatif yang dinilai publik sebagai upaya “lepas tangan” di balik kecanggihan teknologi.

​Dalam konfirmasi terbarunya, pihak Humas RSHS mengakui adanya potensi kesalahan pada sistem otomatis berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mendeteksi jenis kendaraan dan pelat nomor. Namun, jawaban ini justru memicu kritik pedas dari warga yang merasa dirugikan secara finansial.

​”Hanya permohonan maaf dan alasan sistem yang diberikan. Ini sangat kurang bagus jika dijadikan standar jawaban lembaga sekelas RSHS,” ujar Sopyan, warga Bandung yang menyoroti kasus tarif Rp20 ribu hanya untuk durasi 7 menit tersebut.

​Ia menilai, berlindung di balik kesalahan sistem tanpa adanya langkah kompensasi atau transparansi mengenai audit pendapatan parkir adalah bentuk ketidakmaksimalan pelayanan publik.

​Persoalan ini bukan sekadar angka di karcis parkir, melainkan potensi kerugian akumulatif yang dialami masyarakat luas. Sopyan mempertanyakan berapa besar keuntungan yang telah diraup oleh pihak ketiga selaku mitra parkir RSHS selama sistem yang “cacat” tersebut beroperasi.

Baca juga:  Dishub Bandung Siaga 'Long Weekend': Penindakan Parkir Liar dan Travel Ilegal Kini Tanpa Ampun

​”Seharusnya ada pertanggungjawaban yang lebih nyata daripada sekadar janji evaluasi,” tegasnya.

​Ketidakpuasan porosmedia.com memuncak karena janji untuk dipertemukan dengan bagian terkait hingga kini belum terealisasi. Humas RSHS dianggap cenderung menutup diri dan hanya memberikan respons satu arah melalui pesan singkat.