Porosmedia.com, Bandung – Menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan pada libur panjang (long weekend) pekan ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengambil langkah preventif dengan menerjunkan ratusan personel. Kali ini, otoritas perhubungan menegaskan tidak akan ada lagi ruang bagi imbauan; pelanggar lalu lintas akan langsung dikenakan sanksi tegas.
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyatakan bahwa pengawasan intensif akan difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan yang dipicu oleh parkir liar serta aktivitas travel yang kerap memakan bahu jalan.
“Lonjakan kunjungan sudah dipastikan akan terjadi. Petugas dari berbagai lini, mulai dari Pengendalian Operasi (Dalops), UPT Parkir, hingga tim pemantau Area Traffic Control System (ATCS) telah kami siagakan,” ujar Rasdian saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).
Salah satu poin krusial dalam pengamanan lalu lintas kali ini adalah penertiban perusahaan travel. Dishub telah mengantongi daftar 25 perusahaan travel yang dinilai sering menjadi penyebab hambatan arus lalu lintas, khususnya di koridor Terusan Buahbatu, Pasteur, dan Dipatiukur.
Rasdian menegaskan bahwa sosialisasi dan komitmen bersama telah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, jika masih ditemukan armada yang menaikkan atau menurunkan penumpang secara sembarangan di badan jalan, sanksi administratif hingga tindakan penderekan akan langsung dilakukan di tempat.
Selain masalah travel, parkir liar di zona wisata seperti Jalan Braga, Asia Afrika, dan kawasan Alun-alun juga menjadi atensi serius. Sebagai langkah konkret, Dishub telah melakukan rekayasa fisik dengan memasang water barrier.
“Di kawasan Braga menuju Naripan, kami sudah memasang pembatas (water barrier) sepanjang kurang lebih 50 meter. Tujuannya agar tidak ada kendaraan yang parkir sembarangan sehingga arus kendaraan tetap mengalir,” jelasnya.
Guna memastikan efektivitas di lapangan, Dishub memberlakukan sistem kerja tiga sif yang mencakup pengawasan dari pagi hingga tengah malam. Penebalan personel dilakukan secara khusus pada sore hingga malam hari, mengingat tren volume kendaraan yang biasanya memuncak pada jam-jam tersebut.
Langkah ini juga melibatkan kolaborasi antar instansi untuk menjamin ketersediaan personel selama hari Sabtu dan Minggu. Dishub berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas lalu lintas Kota Bandung di tengah serbuan kendaraan dari luar kota.
Sumber & Foto : Reales & Net







