Porosmedia.com – Ranah musik independen Kota Kembang kembali kedatangan warna unik melalui kolektif musik a&n, yang kini juga dikenal dengan nama Discotheque Universe. Terbentuk di sudut ruang kreatif kopi Kota Bandung sejak tahun 2000, band ini membawa nafas baru dengan mengawinkan energi Rock dan kehangatan Reggae.
Grup yang digawangi oleh Eddie (Vokal/Gitar), Anto (Vokal), Zayeen (Bass), dan Opik (Drum) ini hadir bukan sekadar bermusik, melainkan sebagai wadah untuk menangkap keresahan fase dewasa muda melalui lirik-lirik puitis dan eksplorasi distorsi yang dinamis.
Setelah perjalanan panjang sejak awal milenium, mereka akhirnya merangkum identitas musikalnya dalam sebuah mini album bertajuk “Tidak Satu Warna”. Judul ini dipilih bukan tanpa alasan; ia menjadi representasi dari beragamnya latar belakang musikal para personelnya yang saling berbenturan namun menghasilkan harmoni yang unik.


Mini album ini memuat tujuh lagu pilihan yang seluruhnya berangkat dari narasi cinta dan kegelisahan hidup. Pendengar akan disuguhkan transisi rasa yang menarik, mulai dari ritme reggae yang santai hingga hentakan distorsi yang merefleksikan sisi emosional manusia.
”Mini album ini adalah hasil dari peleburan latar belakang kami yang berbeda. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan referensi justru bisa menciptakan spektrum musik yang lebih luas dan tidak monoton,” ujar Zayeen perwakilan band.


Sebagai pelengkap rilisan fisik atau digitalnya, a&n juga menyertakan karya visual berupa video musik sederhana yang sudah dapat dinikmati melalui kanal YouTube resmi mereka. Pendekatan visual ini dipilih untuk memberikan ruang bagi pendengar agar lebih fokus pada kedalaman lirik dan tekstur musik yang mereka tawarkan.
Kehadiran a&n (Discotheque Universe) di industri musik tanah air diharapkan mampu memberikan alternatif bagi para pencinta musik yang merindukan lirik puitis dengan balutan aransemen yang berani keluar dari pakem satu genre saja.







