Kunjungan Pakar Gajah ke KBS Dinilai Tak Dimanfaatkan Optimal, Sikap Manajemen Disorot

Avatar photo

Porosmedia.com, Surabaya – Kunjungan Steve Koyle, pakar pemeliharaan dan konservasi gajah, ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) menuai sorotan. Kedatangan Steve kali ini didampingi Lita Otomo, aktivis Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) yang dikenal konsisten memperjuangkan isu kesejahteraan gajah di Indonesia.

Namun, kehadiran tim APECSI dinilai tidak mendapatkan sambutan yang semestinya dari pihak manajemen KBS. Rika, Direktur Operasional KBS, disebut tidak memberikan respons dan enggan menerima komunikasi, sehingga kunjungan tersebut berlangsung tanpa pendampingan resmi dari pengelola.

Steve Koyle Pakar Pemeliharaan dan Singky Soewadji, Koordinator APECSI

Pada kunjungan ini, Steve Koyle juga tidak didampingi Singky Soewadji, Koordinator APECSI, yang berhalangan hadir karena urusan keluarga mendesak. Akibatnya, Steve tidak melakukan aktivitas teknis atau penilaian khusus, dan hanya mengamati kondisi gajah sebagaimana pengunjung umum. Bahkan, untuk memasuki area KBS, rombongan tetap membeli tiket masuk seperti pengunjung pada umumnya.

Sikap manajemen KBS tersebut mendapat perhatian dari A.H. Thony, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya. Ia menyayangkan kurangnya keterbukaan pengelola, terlebih KBS disebut telah hampir satu tahun tidak memiliki Direktur Utama definitif.

Baca juga:  "Prahara Senyap di Balik Meja Kekuasaan Pemkot Bandung: 8 Pejabat Diperiksa, Isu Jual Beli Jabatan Menguak"

“Kalau dilihat dari perspektif terbalik, justru ini menjadi hal yang aneh. Ada pakar pemeliharaan dan konservasi gajah yang kompeten datang dengan niat memberi masukan, tanpa undangan, tanpa biaya akomodasi dan transportasi, bahkan secara sukarela. Tapi justru tidak dimanfaatkan,” ujar Thony, politikus Partai Gerindra.

Menurut Thony, masukan dari ahli berpengalaman seharusnya dipandang sebagai peluang strategis untuk peningkatan tata kelola dan kesejahteraan satwa, bukan diabaikan.

Di sisi lain, Prof. Dr. Ir. Hadi Alikodra, pakar etika dan kesejahteraan satwa sekaligus tokoh APECSI, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen dan kepedulian Steve Koyle terhadap nasib gajah di Indonesia. Ia menilai keterlibatan pakar internasional secara sukarela merupakan bentuk dukungan moral dan teknis yang bernilai tinggi.

Dalam pengamatannya di KBS, Steve Koyle mencatat adanya perbaikan terbatas pada sarana aktivitas gajah. Ia melihat gajah-gajah tampak lebih aktif, mandi, dan bermain pasir. Meski demikian, Steve masih menyoroti praktik perantaian kaki gajah, yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.

Steve menilai persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pemangku kebijakan daerah, mengingat status KBS sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Surabaya. Oleh karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh dan komitmen yang lebih kuat dari pemerintah kota dalam menjamin standar kesejahteraan satwa.

Baca juga:  Jejak Integritas di Garis Keadilan: Simfoni Persahabatan Oegroseno dan Singky Soewadji

Kunjungan ini kembali membuka ruang diskusi publik mengenai transparansi pengelolaan KBS, keterbukaan terhadap masukan ahli, serta komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan lembaga konservasi yang berorientasi pada kesejahteraan satwa.