Juniarso Ridwan: Birokrat, Legislator, dan Sastrawan Kota Bandung

Avatar photo

Porosmedia.com – Patut kiranya mengenal lebih dekat sosok Juniarso Ridwan, anggota DPRD Kota Bandung yang juga memiliki latar belakang kuat sebagai sastrawan sekaligus birokrat. Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 10 Juni 1955, ia dikenal sebagai penulis puisi dan cerpen dengan karya-karya yang tersebar di berbagai media massa, baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda.

Karier Sastra

Aktif di Grup Apresiasi Sastra (GAS), Studi Teater Mahasiswa (Stema), dan Forum Sastra Bandung.

Menulis puisi dan cerpen berbahasa Indonesia dan Sunda.

Sejumlah puisinya digubah menjadi tembang puitik oleh komponis Ananda Sukarlan.

Menerbitkan kumpulan puisi: Lalaki Langit (1987) dan Langit Katiga (1996).

Puisinya terpilih sebagai puisi terbaik oleh Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS).

Tema karya: kritik sosial, kebersahajaan, relasi manusia dengan alam dan teknologi, serta pencarian jati diri dan makna hidup.

Karier Birokrasi

Pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PU Bina Marga Kota Bandung.

Menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Kota Bandung.

Pendidikan

S1 Teknik Geodesi Institut Teknologi Bandung (1981).

Baca juga:  Farhan Ajak Warga Kolaborasi Kembalikan Kemegahan Masjid Agung Bandung

S2 Kajian Kebijakan Publik dan Hukum Administrasi Negara Universitas Islam Bandung.

Karya Nonfiksi

Selain karya sastra, Juniarso Ridwan juga menulis buku tentang hukum tata ruang berjudul “Hukum Tata Ruang dalam Konsep Kebijakan Otonomi Daerah”. Buku ini membahas teori hukum tata ruang secara umum, keterkaitannya dengan hukum tanah dan lingkungan hidup, hukum perizinan, kerja sama antar-daerah, serta peran swasta dalam penataan ruang.

Prospek Karier

Berdasarkan pengalaman panjangnya di bidang sastra, birokrasi, dan politik, beberapa jabatan yang relevan dengan kapasitasnya antara lain:

Direktur Kebudayaan, mengingat pengalaman sebagai Kepala Dinas Kebudayaan.

Staf Ahli Gubernur/Wali Kota, berbekal pengalaman birokrasi dan pemahaman kebijakan publik.

Ketua Lembaga Kebudayaan, misalnya di LBSS, untuk memajukan budaya Sunda.

Dosen/Peneliti, sesuai latar belakang akademis dan minat dalam kajian kebijakan serta sastra.

Penulis/Pengamat Sosial, melanjutkan kiprahnya dalam menulis karya sastra maupun analisis kebijakan.

Kiprah dan Isu Publik

Dalam kiprah politik dan birokrasi, beberapa catatan yang pernah terkait dengan Juniarso Ridwan antara lain:

Baca juga:  54 Tahun UU Keselamatan Kerja: Antara Formalitas Hukum dan Realitas Nyawa

Sebagai anggota DPRD Kota Bandung: fokus pada pengawalan pembangunan dan penyelesaian persoalan kota.

Di bidang sastra: dikenal sebagai sastrawan yang mengharumkan nama Kota Bandung melalui karya-karya bernuansa kritik sosial.

Di bidang birokrasi: kiprahnya sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepala Dinas PU Bina Marga tercatat dalam pembangunan infrastruktur dan penguatan kebudayaan di Kota Bandung.

Terkait regulasi: pernah menyoroti Perda Bangunan Gedung di Kota Bandung, termasuk perlunya pemanfaatan big data dan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.

Dari perjalanan kariernya, sosok Juniarso Ridwan memberikan teladan tentang bagaimana birokrasi, sastra, dan politik dapat berjalan beriringan. Pengalaman dan prestasinya dapat menjadi bahan edukasi bagi para pejabat maupun generasi penerus untuk meniti karier dengan dedikasi, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Pengamat Kebijakan Publik dan Politik
R. Wempy Syamkarya