Porosmedia.com, Bandung –Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat resmi menetapkan Epriyanto Kasmuri, Sabtu, (25/04/2026) di Aula Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung sebagai ketua terpilih. Dalam keterangannya pasca-Musda, Epriyanto menegaskan bahwa kepemimpinannya ke depan akan mengedepankan semangat kolaborasi dan keberlanjutan prestasi guna membawa basket Jawa Barat ke level yang lebih tinggi.
Menanggapi dinamika pemilihan, Epriyanto menyatakan bahwa proses Musda merupakan momentum untuk menyatukan kekuatan. Ia berkomitmen untuk merangkul pihak-pihak yang sebelumnya berada di kubu kompetitor, termasuk pendukung Raden Iman Firmansyah.
”Musda kali ini bukan soal kalah atau menang, melainkan tentang kemajuan bola basket Jawa Barat. Kami sudah bersepakat bahwa susunan pengurus ke depan akan dikolaborasikan dari dua pendukung, baik dari pihak saya maupun Pak Raden Iman,” ujar Epriyanto saat diwawancarai.
Lanjut Epriyanto, tim formatur memiliki waktu dua hari untuk merumuskan struktur kepengurusan baru tersebut. Fokus utama saat ini adalah percepatan proses administratif untuk mendapatkan rekomendasi dari KONI Jawa Barat dan Surat Keputusan (SK) dari DPP Perbasi Indonesia.
Epriyanto mengusung visi “Prestasi Berkelanjutan” sebagai kompas kepemimpinannya selama empat tahun ke depan. Salah satu target konkret yang dipatok adalah memperbaiki perolehan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON).
”Pada PON 2024 lalu, Jabar meraih tiga medali namun tanpa emas. Target kita di PON 2028 adalah membawa pulang medali emas. Siapapun nanti yang memimpin setelah saya, standar prestasi ini harus tetap dijaga agar berkelanjutan,” tegas Epriyanto.
Selain target medali, urgensi pembentukan pengurus baru ini juga didorong oleh agenda terdekat, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang memerlukan pengesahan administrasi segera demi kelancaran kompetisi.
Sebagai langkah konkret dalam pembinaan di tingkat daerah, Epriyanto meluncurkan program sertifikasi gratis bagi pelatih dan wasit. Program ini ditujukan untuk meminimalisir kesenjangan kualitas antar Pengurus Cabang (Pengcab) di Jawa Barat.
Rencananya, setiap Pengcab akan mendapatkan kuota dua orang per tahun untuk mengikuti sertifikasi secara cuma-cuma.
”Tujuannya agar kabupaten/kota yang selama ini tertinggal bisa mandiri secara sumber daya manusia. Mereka tidak perlu lagi ‘mengimpor’ pelatih atau wasit dari daerah lain, yang tentu saja akan menekan biaya operasional klub atau daerah tersebut,” pungkas Epriyanto disela paska pemilihan Ketua Perbasi Jabar.







