Semprul Indonesia Gelar Silaturahmi Lintas Wilayah, Kunjungi Tokoh Banjarnegara dan Salurkan Bantuan di Cilacap

Avatar photo

Porosmedia.com, Cilacap – Keluarga Besar Semprul Indonesia sukses melaksanakan agenda perjalanan lintas wilayah di Provinsi Jawa Tengah pada 14–15 Mei 2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, komunitas motor ini mengunjungi dua tokoh masyarakat di Kabupaten Banjarnegara sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran.

​Kunjungan pertama dilakukan di kediaman Pandu Dewanata yang berlokasi di Desa Asinan. Selanjutnya, rombongan bertolak menuju kediaman H. Welas Yuni Nugroho, S.H., M.H. (atau yang akrab disapa Hoho Alkaf) di Desa Purwasaba.

​Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Semprul Indonesia menyerahkan plakat simbolis kepada kedua tokoh. Penyerahan plakat ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas dukungan serta kontribusi mereka dalam menyukseskan gelaran Semprul Bikers Rendezvous III 60th 2026 yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Aksi Sosial di Pondok Pesantren

​Usai merampungkan agenda di Banjarnegara, rombongan Semprul Indonesia melanjutkan perjalanan dan singgah di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Azka QU pada Jumat (15/5/2026). Pondok pesantren tersebut bertempat di Cikuning, Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Baca juga:  Legislator Josephine Bantu Generasi Muda Karang Taruna Kayu Manis

​Kehadiran komunitas ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus merealisasikan aksi kepedulian sosial di lingkungan pesantren.

​Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Panglima Semprul Indonesia, Susilo N B., S.H., M.H., kepada pihak pengurus pondok pesantren. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:

  • ​Pembangunan sarana dan fasilitas air bersih.
  • ​50 ekor bebek petelur untuk mendukung kebutuhan domestik pesantren.

​Pemberdayaan Ekonomi Mandiri

​Pihak Semprul Indonesia berharap bantuan berupa bebek petelur tersebut dapat menjadi stimulus program pemberdayaan ekonomi sekaligus pemenuhan gizi mandiri bagi para santri penghafal Al-Quran.

​Melalui pengelolaan peternakan ini, para santri diharapkan mampu memproduksi telur secara mandiri guna memenuhi kebutuhan pangan internal, sekaligus mengasah jiwa kewirausahaan sejak dini.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, khidmat, dan diakhiri dengan sesi foto bersama antara anggota komunitas dan pengurus pesantren.