Porosmedia.com, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti fenomena algoritma media sosial yang berpotensi menyuburkan penyebaran informasi palsu atau hoaks. Dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 H di Masjid Agung Bandung, Minggu (1/3/2026), Farhan mengingatkan warga agar tidak terjebak dalam pola konsumsi informasi yang searah.
Farhan menjelaskan bahwa teknologi digital saat ini memiliki kecenderungan untuk terus menyajikan informasi yang sesuai dengan preferensi pengguna secara berulang. Jika tidak dibarengi dengan nalar kritis, hal ini dapat memperkuat pembenaran terhadap informasi yang belum tentu akurat.
“Algoritma media sosial seringkali menciptakan ruang yang memperkuat informasi sesuai kebiasaan kita, meski informasi tersebut belum teruji kebenarannya. Di sinilah pentingnya kita memiliki filter mandiri,” ujar Farhan di hadapan jamaah.
Sebagai solusi atas ancaman disinformasi, Wali Kota menekankan kembali pentingnya implementasi konsep tabayun (verifikasi). Secara yuridis dan etis, penyebaran berita tanpa klarifikasi tidak hanya merugikan secara sosial, tetapi juga menabrak prinsip dasar dalam Islam.
Farhan merujuk pada landasan teologis dalam Surat Al-Hujurat ayat 6, yang mewajibkan setiap Muslim untuk meneliti kebenaran berita yang dibawa oleh pembawa berita agar tidak menimbulkan kerugian bagi pihak lain.
“Budaya tabayun bukan sekadar etika sosial, melainkan perintah agama yang bersifat wajib (perintah Allah). Mengabaikan klarifikasi sebelum menyebar informasi sama saja dengan melanggar tuntunan Al-Qur’an,” tegasnya.
Selain aspek digital, Farhan mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadan 1447 H untuk memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan kualitas interaksi tatap muka, salah satunya melalui kegiatan di masjid.
Acara Safari Ramadan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya: Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bandung, Unsur Forkopimcam (Camat dan Lurah),Perwakilan Forkopimda, termasuk unsur TNI AL dari Lanal Bandung.
Farhan menutup pesannya dengan mengajak warga untuk menjaga silaturahmi dan menjadikan ibadah puasa sebagai sarana refleksi diri guna memperbaiki pola hidup, baik secara individu maupun dalam bermasyarakat di Kota Bandung.







