Porosmedia.com, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan respons serius terkait laporan adanya korban luka yang diduga akibat proyek galian di kawasan Viaduct, Kota Bandung. Insiden ini memicu sorotan publik terkait aspek keselamatan kerja dan pengawasan infrastruktur di jalan protokol.
Meski telah mendengar kabar tersebut, Farhan mengaku belum menerima laporan teknis secara komprehensif dari dinas terkait. Ia menegaskan akan segera melakukan peninjauan lapangan guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
“Nanti saya cek, saya belum lihat (laporan lengkapnya). Segera saya atasi,” ujar Farhan saat ditemui awak media di Balai Kota Bandung, Jumat (27/3/2026).
Dalam pernyataannya, Farhan menekankan pentingnya identifikasi pemilik proyek. Hal ini dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban jika ditemukan unsur kelalaian dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan di area publik.
Ia menyebutkan beberapa pihak yang sering melakukan aktivitas galian di wilayah tersebut, mulai dari PT. Bandung Infra Investama (BII), Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), hingga instansi vertikal lainnya.
“Akan saya telusuri itu galian milik siapa. Apakah milik PT. BII, Apjatel, atau pihak lain. Harus jelas siapa yang bertanggung jawab di sana,” tegasnya.
Sebagai pimpinan daerah yang kerap memantau kondisi kota secara langsung, Farhan menyatakan akan memanfaatkan rute patroli rutinnya untuk mengecek lokasi Viaduct. Langkah ini diambil guna memastikan apakah area galian sudah diamankan dengan barikade atau rambu peringatan yang memadai bagi pengguna jalan.
Langkah kritis dari Pemerintah Kota Bandung kini dinanti publik, mengingat kawasan Viaduct merupakan titik padat lalu lintas di mana keberadaan material atau lubang galian yang tidak tertata rapi dapat berakibat fatal bagi pengendara, khususnya kendaraan roda dua. (ziz/PM)**
Sumber : Reales







