Ide awal pengembangan kawasan ini digagas oleh tokoh masyarakat Jawa Barat sekaligus mantan Wali Kota Bandung dua periode, H. Dada Rosada.
Porosmedia.com, Bandung – Daerah Pasir Madur di Kabupaten Bandung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat. Kawasan ini menyuguhkan keindahan alam yang berpadu dengan hamparan sawah, perkebunan salak khas Pasir Madur, pepohonan hijau, serta area pemancingan yang alami. Potensi tersebut menjadikan Pasir Madur layak diproyeksikan sebagai tujuan wisata baru yang menarik, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pasir Madur mulai ramai diperbincangkan sejak diresmikan sebagai kawasan wisata alam pada tahun 2025. Ide awal pengembangan kawasan ini digagas oleh tokoh masyarakat Jawa Barat sekaligus mantan Wali Kota Bandung dua periode, Dada Rosada. Kepedulian beliau terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang kurang beruntung, menjadi salah satu alasan kuat lahirnya gagasan wisata Pasir Madur. Masyarakat Bandung bahkan memberi gelar khusus kepada Dada Rosada sebagai “Bapak Bandung” berkat dedikasi sosial yang panjang.
Saat ini, kawasan Pasir Madur banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, swasta, perguruan tinggi, pesantren, hingga komunitas masyarakat. Beberapa di antaranya adalah PT Best Syariah, PMI Kota Bandung, UNPAD, Pesantren Ciparay, Pensiunan TNI AL, serta berbagai kelompok alumni yang menjadikan kawasan ini sebagai lokasi kegiatan.
Arah Pengembangan Wisata Pasir Madur
Agar potensi Pasir Madur berkembang maksimal, beberapa ide pengembangan dapat dilakukan secara terintegrasi, antara lain:
1. Wisata Alam
Pembuatan jalur hiking dan trekking untuk menikmati panorama sekitar.
Penyediaan spot foto kreatif dan artistik.
Pengembangan wisata air, seperti kolam alami atau wahana air sederhana.
2. Wisata Pertanian
Pengelolaan kebun salak secara profesional dengan konsep agrowisata.
Paket wisata edukatif berupa pengalaman memetik salak dan sayuran segar.
Pengembangan kafe atau restoran dengan menu berbahan lokal.
3. Wisata Edukasi
Pusat edukasi tentang pertanian, lingkungan, dan budaya lokal.
Workshop atau pelatihan pertanian dan kerajinan.
Museum mini atau galeri sejarah dan budaya Pasir Madur.
4. Wisata Kuliner
Kafe atau rumah makan yang menyajikan olahan khas salak dan kuliner tradisional.
Paket kuliner tematik khas Pasir Madur.
5. Wisata Petualangan
Jalur sepeda atau motor trail.
Paket wisata petualangan, seperti hiking, camping, hingga offroad ringan.
6. Wisata Religi
Pusat kegiatan religi atau ziarah lokal yang terintegrasi dengan alam.
Pengembangan wisata spiritual berbasis kearifan lokal.
7. Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung
Peningkatan akses jalan menuju kawasan wisata.
Penyediaan akomodasi seperti homestay, guest house, dan penginapan sederhana.
Sistem informasi, promosi, dan digitalisasi wisata berbasis teknologi.
Manfaat bagi Masyarakat Lokal
Pengembangan kawasan Pasir Madur tidak hanya akan memperkuat identitas Kabupaten Bandung sebagai daerah wisata, tetapi juga membawa manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, meningkatnya sektor UMKM lokal, hingga tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan budaya lokal.
Dengan strategi pengembangan yang tepat, Pasir Madur berpotensi menjadi ikon baru wisata alam, edukasi, dan pertanian di Jawa Barat.
https://maps.app.goo.gl/u4F2WXXgYkvMazNo6?g_st=aw
https://maps.app.goo.gl/ZijrwmQGLBvwqhtG8?g_st=aw
Penulis: R. Wempy Syamkarya
Pengamat Kebijakan Publik dan Politik
Editor : Sudrajat|Porosmedia







