Porosmedia.com, Bandung – Tren aktivitas ruang publik di Kota Bandung terus berkembang. Komunitas Not So Morning Club hadir sebagai salah satu wadah interaksi sosial warga yang mengawinkan olahraga ringan, eksplorasi sudut kota, dan ruang komunikasi antarwarga melalui kegiatan jalan kaki bersama.
Founder Not So Morning Club, Hendro, mengungkapkan bahwa gagasan ini bermula dari kebiasaan berkumpul sederhana yang dialihkan menjadi aktivitas fisik terbuka. Pilihan berjalan kaki dinilai paling akseptabel bagi beragam kalangan warga tanpa kendala aksesibilitas.
“Jalan kaki itu paling mudah dilakukan dan easy to access. Semua orang bisa berpartisipasi. Melalui jalan kaki, warga diajak untuk lebih peka terhadap dinamika serta detail lingkungan perkotaan yang dilalui,” ujar Hendro, Minggu (16/8/2026).
Selain manfaat kebugaran, kegiatan ini difungsikan sebagai ruang interaksi sosial inklusif. Menurut Hendro, kehadiran ruang berjumpa semacam ini penting untuk membangun ruang aman (safe space) dan memperluas jejaring pertemanan positif bagi warga kota.
Pengalaman tersebut diamini oleh Andi, salah satu peserta baru. Ia menilai suasana komunitas yang terbuka memudahkan warga bersosialisasi secara inklusif. Di sisi lain, peserta bernama Rija menekankan bahwa jalan kaki merupakan opsi paling realistis untuk membangun konsistensi gaya hidup sehat di tengah kesibukan perkotaan.
Menariknya, aktivitas eksplorasi ini juga memicu kepekaan spasial warga terhadap tata ruang kota. Mauricia, anggota komunitas lainnya, menuturkan bahwa berjalan kaki memberinya wawasan baru mengenai keterhubungan antarkawasan di Bandung.
“Melalui kegiatan ini, kami jadi lebih mengenali jaringan jalan dan gang di Kota Bandung. Kita jadi tahu titik-titik penyambung antarkawasan yang selama ini luput saat menggunakan kendaraan,” tuturnya.
Inisiatif swadaya masyarakat seperti Not So Morning Club secara tidak langsung menjadi penanda tingginya kebutuhan warga akan ruang publik yang aman dan nyaman. Ke depan, keberlanjutan gerakan warga dalam menghidupkan budaya berjalan kaki ini sangat bergantung pada komitmen pembenahan serta perawatan fasilitas pedestrian yang ramah, aman, dan inklusif oleh Pemerintah Kota Bandung.***







