Fuad Rinaldi, IKA Muda Unpad, Tersinggung dengan Ucapan ‘Bodoh’ Susi Pudjiastuti: Minta Maaflah

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Polemik pernyataan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang melabeli guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan istilah “bodoh”, terus menuai reaksi keras. Kali ini, suara keberatan datang dari Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni (IKA) Muda Unpad, Fuad Rinaldi, yang menilai ucapan tersebut tidak hanya menyerang personal, tetapi juga merendahkan martabat institusi akademis.

Dalam keterangannya kepada wartawan di sebuah kafe kawasan Tamblong, Kota Bandung, Sabtu (23/8/2025), Fuad menegaskan bahwa perkataan Susi telah menyinggung kehormatan guru besar sekaligus melecehkan hasil kajian akademik Unpad terkait polemik Keramba Jaring Apung (KJA) di Pangandaran.

“Kami tersinggung ketika profesor kami disebut ‘bodoh’. Artinya, kajian akademis Unpad pun dianggap bodoh. Ini bukan sekadar soal kata, melainkan soal penghormatan terhadap kerja ilmiah,” tegas Fuad.

Menurutnya, langkah terbaik untuk meredakan ketegangan adalah permintaan maaf terbuka dari Susi Pudjiastuti.

“Saya pikir harus diturunkan tensinya. Dengan rendah hati, Ibu Susi sebaiknya meminta maaf kepada kami sebagai lembaga maupun keluarga besar alumni. Sebagai alumni, kami siap mengawal persoalan ini dan mendukung langkah resmi Unpad,” tambahnya.

Baca juga:  Dikepung Pers Bekasi Raya, Gubernur Dedi Mulyadi Diminta Klarifikasi Pernyataan Antimedia

Eka Santosa: Saatnya Kembali pada Falsafah Sunda

Di sisi lain, Eka Santosa, alumnus Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad angkatan 1986, memberikan pandangan berbeda. Saat ditemui di kediamannya di Pasir Impun, Kabupaten Bandung, Minggu (24/8/2025), Eka yang tengah memperbaiki jaring ikan miliknya, menilai polemik ini seharusnya tidak dibesarkan secara emosional.

“Solusi sederhana menurut saya, mari kita kembali merenung lebih dalam pada falsafah Tatar Sunda: Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh. Intinya adalah saling belajar, peduli, dan menyayangi. Kalau nilai itu diterapkan, saya yakin persoalan ini bisa selesai dengan lebih bermartabat,” ujarnya.

Kritik dan Refleksi Publik

Kontroversi ini bukan sekadar persoalan kata “bodoh” yang diucapkan seorang tokoh publik. Lebih jauh, hal tersebut membuka perdebatan tentang posisi akademisi dalam ruang publik, serta bagaimana kritik seharusnya dikemukakan.

Unpad sebagai institusi pendidikan tinggi dengan reputasi panjang, memiliki tanggung jawab moral menjaga martabat akademis. Di sisi lain, publik juga menuntut agar setiap tokoh nasional, termasuk Susi Pudjiastuti, menjaga kualitas komunikasi di ranah publik—sebab setiap ucapan memiliki konsekuensi sosial dan politik.

Baca juga:  Jeje Wiradinata mengklaim Sebut Kata ‘Bodoh’ Tidak Ditujukan ke Institusi Unpad, Eka Santosa: Lalu ke Siapa?

Hingga kini, polemik pernyataan Susi masih menjadi perbincangan hangat, baik di kalangan akademisi, alumni, maupun masyarakat luas. Seiring tuntutan permintaan maaf yang mulai menguat, bola kini berada di tangan Susi Pudjiastuti: apakah akan memilih meredakan suasana dengan sikap bijak, atau justru membiarkan kontroversi ini terus bergul