FPN Minta Presiden Prabowo Tetap Tegas Melawan Zionisme

Avatar photo

Porosmedia.com, Jakarta – 5 Oktober 2025, Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-79, sejumlah massa yang tergabung dalam Free Palestine Network (FPN) menggelar aksi simpatik di kawasan Tugu Tani, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan dua spanduk besar bertuliskan pesan moral kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Salah satunya bertuliskan:

“Pak Prabowo, Ayo Lawan Zionisme/Kolonialisme/Imperialisme/Penjajah.” Sementara satu spanduk lainnya bertuliskan: “Zionisme = Kolonialisme = Imperialisme = Penjajah, Harus Dilawan Pak Presiden!”

Aksi Serentak di Berbagai Kota

Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, menjelaskan bahwa aksi simpatik ini dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dukungan moral kepada Presiden Prabowo untuk bersikap tegas dalam membela kemerdekaan Palestina dan menentang zionisme dalam segala bentuknya.

“Hari ini kami turun untuk memberikan dukungan moril kepada Presiden Prabowo agar tegas melawan zionisme. Selain di Jakarta, aksi juga dilakukan di Bandung, Solo, Surabaya, Pekanbaru, Jember, Makassar, Kendari, Majene, dan Baubau,” ujar Furqan.

Zionisme dan Warisan Kolonialisme

Menurut Furqan, ideologi zionisme sejak awal memiliki agenda kolonial di kawasan Timur Tengah. Ia mengutip pernyataan Theodore Herzl, pendiri gerakan Zionis, dalam Kongres Zionis Internasional pertama di Basel, Swiss tahun 1897, sebagai bukti adanya ambisi untuk membangun negara kolonial di tanah Palestina.

Baca juga:  Dirgahayu Kosgoro Ke 66 Netral Tidak Berpolitik

“Zionisme sejatinya sama dengan kolonialisme dan imperialisme — keduanya berwatak penjajahan,” tegas Furqan.

Bukti Pelanggaran HAM dan Kejahatan Perang

Furqan juga menyoroti dukungan militer dan politik yang terus diberikan oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya kepada Israel. Berdasarkan berbagai laporan, sekitar 80 persen persenjataan dan amunisi Israel berasal dari Amerika Serikat.

Ia menyebut sejumlah lembaga internasional telah menyatakan tindakan Israel sebagai bentuk genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menilai otoritas Israel melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia yang tergolong genosida.

Dua organisasi HAM asal Israel, B’Tselem dan Physicians for Human Rights-Israel, juga mengeluarkan pernyataan serupa.

Bahkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Galant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Data Korban dan Dampak Kemanusiaan

FPN juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Palestina per 3 Oktober 2025, sedikitnya 66.000 orang meninggal dunia dan 169.000 orang luka-luka. Angka tersebut diperkirakan jauh lebih tinggi karena banyak korban belum ditemukan di bawah reruntuhan bangunan.

Baca juga:  Konsolidasikan Gerakan, Free Palestine Network Bentuk Pokja di 67 Kab/Kota Seluruh Indonesia

Riset akademik yang dilakukan oleh Prof. Richard Hil dan Dr. Gideon Polya memperkirakan total korban jiwa sejak 7 Oktober 2023 mencapai lebih dari 680.000 orang, di mana sekitar 380.000 di antaranya adalah anak-anak di bawah usia lima tahun.

Laporan ilmiah dari jurnal The Lancet juga memperkirakan bahwa jumlah korban meninggal tidak langsung dapat mencapai 3 hingga 15 kali lipat dari angka korban langsung akibat perang dan blokade berkepanjangan.

Seruan Solidaritas dan Sikap Indonesia

Furqan menilai bahwa ketika sejumlah negara di Eropa, Kanada, dan Australia mulai mengakui kemerdekaan Palestina, Israel dan Amerika Serikat justru masih melakukan langkah politik yang menghambat perdamaian melalui veto gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB.

“Sudah enam kali Amerika Serikat menggunakan hak veto untuk menggagalkan resolusi gencatan senjata permanen di PBB sejak peristiwa Badai Al-Aqsa,” ungkap Furqan.

Ia juga menyoroti upaya manipulasi media oleh pihak Israel yang sempat menampilkan foto Presiden Prabowo dalam billboard bersama beberapa kepala negara Timur Tengah, yang seolah-olah menempatkan Indonesia dalam lingkaran politik Israel.

“Tindakan manipulatif seperti itu melukai hati rakyat Indonesia yang setia membela Palestina, sesuai amanat konstitusi dan sejarah bangsa,” ujar Furqan.

Dukungan Moral untuk Presiden Prabowo

Baca juga:  FPN: Video di Ponsel Korban Buktikan Eksekusi Brutal Israel terhadap 15 Tenaga Medis

Melalui aksi ini, FPN menegaskan dukungannya kepada Presiden Prabowo untuk mengambil sikap tegas melawan bentuk-bentuk penjajahan modern, baik berupa zionisme, kolonialisme, maupun imperialisme.

“Ini adalah dukungan moril bagi Bapak Presiden Republik Indonesia untuk tetap konsisten di garis perjuangan kemanusiaan dan pembebasan Palestina,” tegas Furqan yang juga dikenal sebagai aktivis 1998.

Pelaksanaan Aksi

Aksi FPN di Jakarta berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.15 WIB. Sejumlah aktivis dari ILPS (International League of Peoples’ Struggle) turut bergabung.
Rencana long march menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Istana Negara urung dilaksanakan karena kondisi lalu lintas yang padat akibat perayaan HUT TNI.