Porosmedia.com, Bandung – Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Bandung menjadi saksi sejarah pengukuhan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPW-PPSI) Jawa Barat periode 2025-2030, Sabtu (17/1/2026). Di bawah nakhoda baru, H. Dadang Hermansyah, S.E., A.K., MM., CA., CLA, PPSI Jawa Barat memproyeksikan transformasi organisasi yang lebih modern namun tetap berpijak pada nilai tradisi.
Dalam prosesi pelantikan yang khidmat, H. Dadang Hermansyah menegaskan komitmennya untuk membawa PPSI sebagai wadah yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan manfaat konkret bagi masa depan para pendekar di Jawa Barat.
Ditemui usai pelantikan, H. Dadang Hermansyah didampingi Sekretaris Umum Deden Dinar Mukti, mengungkapkan bahwa konsolidasi internal menjadi prioritas jangka pendek.
”Target kami adalah menyelesaikan pelantikan pengurus di tingkat DPD sebelum memasuki bulan Ramadan. Ini penting agar mesin organisasi sudah siap berlari kencang saat agenda besar dimulai setelah Idul Fitri nanti,” ujar Dadang kepada Poros Media.
Beberapa agenda strategis yang telah dicanangkan antara lain:
- Pasanggiri dan Pelatihan Juri: Peningkatan standar kompetisi dan kualitas penilaian.
- Silat Camp: Fokus pada pembinaan intensif karakter dan teknik praktisi silat.
- Apel Akbar & Silaturahmi: Momentum Halal Bihalal untuk menyatukan visi seluruh pendekar se-Jawa Barat (Ngaguyubkeun).
Salah satu poin paling krusial dalam kepemimpinan periode ini adalah upaya pembukaan akses bagi anggota PPSI untuk meniti karier di institusi TNI melalui jalur prestasi pencak silat. Menanggapi sinyal positif dari Pusat Kesenjataan Infanteri (Pusenif), Dadang menyatakan langkah ini akan ditempuh dengan profesionalisme tinggi.
”Kami akan segera melakukan koordinasi formal dan bersurat secara resmi kepada lembaga terkait mengenai usulan jalur prestasi ini. Ini adalah peluang besar bagi kader-kader kita,” ungkapnya.
Namun, Dadang juga memberikan catatan kritis terkait aspek hukum dan regulasi. Ia menegaskan bahwa PPSI akan tetap tunduk pada aturan negara.
“Meski ada ruang terbuka bagi jalur prestasi, kami pastikan bahwa seluruh calon tetap wajib mengikuti mekanisme dan prosedur seleksi yang berlaku di lembaga TNI secara transparan. Tidak ada keistimewaan yang melanggar aturan; prestasi silat adalah nilai tambah, namun kualifikasi standar tetap yang utama,” tegas Dadang.
Melalui sosialisasi program yang masif, kepengurusan periode 2025-2030 ini berupaya agar setiap anggota memahami arah gerak organisasi. Dadang berharap PPSI tidak lagi sekadar menjadi paguyuban pelestari, melainkan lembaga yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
”Sesuai slogan kita, Budi Bakti Sakti, kami ingin PPSI Jawa Barat semakin berdaya guna bagi masyarakat luas dan menjadi kebanggaan bagi identitas budaya Jawa Barat di kancah nasional maupun internasional,” tutupnya.
Acara pelantikan ini diakhiri dengan penampilan seni bela diri yang memukau dari para anggota PPSI dan sesi foto bersama yang menunjukkan soliditas para pengurus baru.
(Red/PorosMedia)







