Porosmedia.com, Kab. Bandung Barat – Kunjungan rombongan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPW PPSI) Provinsi Jawa Barat ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Majalengka berlangsung penuh makna pada Sabtu, 27 September 2025.
Rombongan dipimpin langsung oleh H. Dadang Hermansyah, S.E., Ak., M.M., CA., CLA., Ketua Umum DPW PPSI Jawa Barat periode 2025–2030. Dalam momen itu, Kang Dadang bukan hanya hadir sebagai pimpinan organisasi, tetapi juga memimpin shalat zhuhur berjamaah sebagai muadzin sekaligus imam. Peristiwa unik ini menjadi simbol perpaduan nilai spiritual, seni bela diri, dan budaya Sunda.
Acara inti adalah Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat DPD PPSI Majalengka 2025, yang diikuti oleh 85 peserta dari 13 paguron. Kegiatan berlangsung di Gedung Sanggar Seni Dangiang Giri Raharja, Desa Mekar Raharja, Majalengka.
Ketua DPD PPSI Kabupaten Majalengka, Dedi Awaludin, A.Ma, bersama. Sekretaris Lili Elyas Akbar, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan DPW PPSI Jawa Barat dalam penyelenggaraan pasanggiri tersebut.
Sementara itu, pemerhati budaya sekaligus tokoh PPSI, Zaki CJI, menegaskan pentingnya makna kegiatan ini. “Pasanggiri ini menjadi ajang untuk menanamkan semangat Sholat, Silat, Siliwangi sebagai karakter sejati pesilat Sunda, bukan hanya sebatas jargon,” ujar Zaki.
Undangan Festival Penca Parahyangan 2025
Dalam kesempatan terpisah, PPSI juga menerima undangan resmi dari PAMENCA yang bekerja sama dengan Bale Seni Bari, untuk menghadiri Festival Penca Parahyangan 2025.
Kegiatan tersebut usai digelar dari 26 sampai 28 September 2025 di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, dengan rangkaian acara sebagai berikut:
1. Pasanggiri Nayaga Penca
Peserta: 50 orang dari berbagai daerah di Jawa Barat
Jenis kejuaraan: prestasi, pemula, serta Best Performer tarompet dan kendang
Penghargaan: plakat, sertifikat, dan uang pembinaan
2. Pasanggiri Seni Ibing Penca
Peserta: 200 orang pada 36 kategori
Jenis lomba: ibing tunggal, rampak, dan ganda (putra/putri)
Kejuaraan: Juara 1, 2, 3 dan Harapan 1, 2, 3 di setiap kategori, serta Juara Umum
Festival ini diharapkan menjadi wadah memperkuat tradisi pencak silat sebagai warisan budaya, sekaligus memperluas kontribusinya dalam pembangunan seni dan pariwisata Jawa Barat.







