Dukung Tim DVI Polda Jabar, Forensik Odontologi FKG Unpad Identifikasi Korban Longsor Bandung Barat

Avatar photo

Porosmedia.com, Jatinangor – Sebagai wujud nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian masyarakat, Tim Forensik Odontologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) terlibat aktif dalam proses identifikasi korban bencana tanah longsor yang melanda wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

​Keterlibatan tim ahli ini dimulai sejak 26 Januari 2026, menindaklanjuti permintaan resmi dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Langkah ini merupakan bentuk dukungan saintifik dan kemanusiaan Unpad dalam membantu otoritas berwenang melakukan penanganan pasca-bencana secara profesional dan akuntabel.

​Selama masa penugasan 20 hari (hingga 14 Februari 2026), tim melaksanakan serangkaian prosedur identifikasi primer melalui pemeriksaan odontologi forensik. Fokus utama pemeriksaan meliputi:

​Analisis struktur gigi dan area maksilofasial. Penyusunan odontogram dan pengisian formulir DVI. ​Dokumentasi postmortem secara komprehensif. ​Analisis metode superimposisi digital guna mencocokkan data antemortem (sebelum kematian) dan postmortem (setelah kematian).

​Tim yang dikerahkan berjumlah 50 personel, terdiri dari 45 mahasiswa program profesi (koas), 4 mahasiswa program magister (S2), serta didampingi dosen pembimbing. Kegiatan ini berada di bawah supervisi Prof. Fahmi Oscandar, drg., M.Kes., Sp.RKG., Sp.OF., SubSp.OFK(K)., Ph.D (Cr.Img), dengan koordinasi lapangan oleh drg. Pande Made Maha Prasthanika dan Rahimahullah Kamilatinnisa Qurrataayuni, S.KG.

Baca juga:  Sejarawan Unpad siap Kritisi Jika Kebenaran Sejarah Dikalahkan Kepentingan Politik !"

​Operasi identifikasi dipusatkan di tiga titik strategis, yakni Posko DVI Polda Jabar di Cisarua, RSUD Cibabat, dan RS Bhayangkara. Berdasarkan data teknis di lapangan:

101 jenazah telah melalui proses pemeriksaan. ​80 korban berhasil teridentifikasi secara valid. ​53 jenazah di antaranya berhasil dikenali secara spesifik melalui pemeriksaan gigi dan area maksilofasial. ​21 jenazah lainnya saat ini masih dalam proses identifikasi lanjutan.

​Forensik odontologi memegang peran krusial dalam identifikasi korban yang sulit dikenali secara visual. Karakteristik gigi manusia yang unik dan tahan lama menjadikannya bukti saintifik yang kuat untuk memenuhi hak-hak hukum keluarga korban, seperti pengurusan klaim asuransi, penetapan status kematian, serta hak administratif lainnya.

​Meski menghadapi tantangan berupa medan yang rawan, keterbatasan akses, dan sarana logistik, tim tetap bekerja secara presisi. Pada beberapa kasus di mana sidik jari dan DNA belum memberikan hasil konklusif, metode odontologi menjadi kunci utama dalam memastikan identitas korban.

​Melalui dedikasi ini, FKG Unpad menegaskan komitmennya bahwa setiap korban bencana harus diperlakukan dengan penuh martabat dan diidentifikasi secara utuh, bukan sekadar angka statistik dalam laporan bencana.